2018 in review

A year as a wife. Highlight terbesar saya di 2018 ini. Tapi kalau hanya segitu aja kan gak bisa ya ikutan challenge kali ini πŸ˜€ So, yuk mari bahas dari bulan ke bulannya dalam 2018.

Januari – Maret 2018

Periode ini, saya masih menyesuaikan semua. Masih riweuh banget. Awal tahun, saya dan mas suam bersiap-siap menempati hunian baru. Nope, bukan rumah kami.. tapi kontrakan apartemen dadakan. Yes, kami tinggal di rumah susun per bulan Februari 2018 lalu. Packing barang-barang yang bisa ikut dibawa, pindahan, semua sangat menyita energi dan waktu kami. Di bulan Februari juga, menyusul setelah pindahan, kami akhirnya tanda tangan akad KPR untuk rumah kami. Merasa sangat dewasa seketika, berlanjut dengan pembelian isi rumah. Man, ternyata banyak banget ya. Rasanya beberapa bulan selanjutnya, gaji kami selalu jadi barang. Mendekor, berdiskusi dan berantem perkara barang X mau ditaroh dimana, rasanya ada-ada saja.

Photo by rawpixel.com from Pexels
April – Juni 2018

Perjalanan pertama kami keluar kota as a husband-wife. Di akhir April dan awal Mei, kami mengunjungi Alm. Kakek saya. Atas saran dari mama dan keluarga, kami mengunjungi sekaligus weekend getaway. Mbah waktu itu masih kuat, masih sehat, masih doyan sekali makan; walau sudah banyak berubah dari mbah kakung yang saya kenal. Gak akan pernah hilang di ingatan saya, mbah masih hafal banget nama lengkap mas suam, padahal ketemunya bisa dihitung jari. Bulan Ramadhan pertama kami, yang berarti kewajiban membangunkan mas dan masak untuk sahur, yang berarti perjalanan menambah keimanan lebih, dan juga kali pertama kami merasakan arisan, iuran buka puasa bersama, dan lainnya. Lebaran pertama kami, terasa berbeda. Mbah kakung akhirnya dipanggil oleh Allah SWT tepat satu minggu sebelum lebaran. Saya lebaran bersama dengan keluarga mas suam, di Jogja, terpisah dengan papa mama dan adik. Tapi, kali itu juga pembuktian perdana saya masak besar untuk event lebaran! Bahagia rasanya bisa masak untuk keluarga besar πŸ™‚

Juli – September 2018

Bahagianya saya doyan masak. Yang biasanya doyan jajan, saat itu rasanya doyan banget ke pasar tradisional. Masakan-masakan yang biasanya hanya bisa saya rasakan kalau mama yang masak, sekarang saya yang masak. Mencoba jadi food blogger karena saya promosi dan cerita soal makanan yang saya suka. Tapi kok ternyata kurang menarik ya penyajiannya πŸ˜€ Bulan dimana produktif nulis juga, karena ada satu dan lain hal jadi gampang dapat topik nulis. Agustus 2018, saya akhirnya beli domain dan hosting pribadi; sehingga website pindahan. Banyak dapat ilmu dan belajar soal website, soal SEO, soal pindahan wordpress, dan lainnya. Akhirnya satu pencapaian besar dalam blogging! Pertanda harus semakin rajin menulis lagi πŸ™‚ Akhirnya check out dari apartemen kontrakan rumah susun, dan menjadi pasangan nomaden tidur dimana mama-mami meminta. Mencoba main podcast, yang awalnya isinya curhatan, belajar wawancara dan mengulik soal topic yang lebih berat. Ikut audisi modeling kecil-kecilan, demi memupuk rasa percaya diri lebih dengan apa yang dimiliki. Di featured sama Blogger Perempuan via instagram, mengenai topik sensitif soal pentingnya menjaga lisan ketika lagi ngobrol sama orang lain. Another weekend getaway ke Surabaya sama mas suam; ke kota yang sudah lama gak diampiri. Mencoba peruntungan di homestay dadakan. Belajar editing suara buat podcast, supaya lebih enak didengar.

Oktober – Desember 2018

Kehilangan anak meong pertama saya; belajar supaya lebih bertanggung jawab dan ikhlas saat ditinggal. Belajar memaafkan kesalahan dan kesensitifan diri sendiri. Menonton konser perdana bersama mas suam, melihat dia tersenyum dan terpana bahagia. Belajar terus tentang podcast, sosial media, blog dan bagaimana supaya postingannya selalu menarik. Mengapresiasi hasil jerih payah bekerja untuk keluarga (ah how I love it so much!). Belajar bertanggung jawab dan transparansi dalam keluarga. Ngajarin mas suam cara minum kopi ala coffee snob (lalu menyesal karena maag kambuh parah). Pindahan ke rumah sendiri, belajar ngatur semua sendiri. Ikutan challenge Blogger Perempuan dan memaksa diri supaya bisa bekerja dibawah tekanan. Menonton mas Pandji untuk tour stand up nya di Jogja, dan mengajak mas suam untuk menikmati juga. Balik ke dapur lagi setelah check out dari apartemen di bulan Agustus. Belajar mandiri dalam kerjaan karena akhir tahun ini ditinggal cuti bolak balik sama rekan kerja. Terharu diingetin sahabat sendiri kalau sudah satu tahun menikah, dan didoakan selalu agar menjadi terbaik sesuai versi kami.

View this post on Instagram

Circa 2011. Been with all the butterflies in the stomache feelings. Arguing like child. Debate like siblings. Understanding like bestfriends. All the sweetest and lovey dovey things. Been there done that. Then with the ups and downs (altough mostly downs). Last year we tied the knot. Started new life as a life-time partner. People said it'd be like cruising together in a same ship; to one certain destination. There'll be storms, high waves, thunders, but sometime after there'd be beautiful ocean views. There'll be time when you feel hard to sail together, but just keep sailing; cause you both know where it should ends, and already promising at the start to sail together. It'd be a very blissfull and lovely journey. It's been a year, we're still far from the destination. So let's continue the sail together! πŸ›₯ . Pardon the mistakes; thank you for highlighting it.

A post shared by annpoet | A. Putri Rahmanto (@annpoet_) on

Yep, itulah a year in review untuk 2018 saya. Kalau diminta menilai dari segi bloggingnya saya di 2018 ini, saya kasih diri saya nilai 7,5 dari 10. Kenapa? Poin terbesar adalah pencapaian migrasi saya ke self-hosted blog. Selanjutnya adalah keberanian untuk ikut challenge menulis tiga puluh hari secara terus menerus.

Tapi, selain pencapaian, sebenarnya masih ada lho beberapa keinginan saya dalam blogging yang saya rasa harus saya perjuangkan agar segera tercapai di 2019. Ikut acara offline blogging gitu, terus nulis laporannya. Atau ikut kompetisi menulis blog. Semoga segera bisa terealisasi ya di 2019, plus rencana lain yang saya pernah bagikan di postingan lain.

Selamat tahun baru, kawan-kawan! πŸ˜€ Semoga di 2019 segalanya lebih baik ya.. πŸ™‚

a wife, Mon-Sat office worker.
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *