adulthood

Been warned by a good friend of mine bahwa postingan minggu lalu kesannya kaya saya cuma update absen doang, terus ngilang lagi. Ha! Rencana gitu ada sih, tapi untungnya ada bahan untuk mikir selama seminggu ini 😀

Sebagaimana yang saya bilang di caption IG saya yang saya posting hari ini, kadang saya merasa aneh ketika semua hal berjalan lancar.

Misal ya, rencana wiken mulus, indah. Mendadak dapet bonus sesuatu. Kayak mulai menerka, ‘what bad things will happen next‘. Salah sih, seolah meragukan kemurahan Tuhan. Tapi saya lebih suka bersiap untuk kemungkinan terburuk. Bakal ada hal gak enak apa nih setelahnya, jadi rasanya kayak jalan masuk ke dalam sebuah ruangan, terus bersiap bakal ada yang ngagetin. Setapak demi setapak, dilakoni dengan hati-hati dan waspada.

Dan ketika hal itu benar adanya, yasudah cuma bisa senyum-senyum simpul manis aja. Haha! I knew it’ll happen! Jalani aja terus, selesaikan masalahnya satu per satu, diuraikan benang kusutnya, sambil ngemil martabak dan sok dibawa asyik 😀

I keep remind myself, “Hey, welcome to adulthood!”

Tapi sebenarnya, what does adulthood means to you? Buat saya, adulthood berarti:

When life is all about take a risk by choosing something that’ll affect in the near future. Dulu mama saya pernah bilang waktu saya masih sekitar.. 12 tahun. Ketika itu saya bingung mau milih ikut jalan-jalan sama bude ke mall, atau di rumah saja tapi makan kudapan favorit saya. Kata mama, belajarlah menerima resiko dari pilihan yang diambil. Kalau pilih jalan-jalan ke mall, gak makan kudapan favorit. Kalau pilih di rumah, gak bisa cuci mata di mall. Itu bagian dari memilih pilihan. Bagian dari belajar bersikap dewasa dan berlapang dada dengan resiko yang ada. Ternyata, sampai sekarang ya life is about making choices, take the risk, and live with it. Bedanya, resiko yang ada sekarang bisa nyambung sama kehidupan kita di kedepannya.

Prepared to live with less friend, comfortable doing everything by yourself. Ini mulai saya rasakan di umur 25++, dimana teman yang nyantol ya bisa dihitung pakai jari satu tangan aja. Dan nyatanya, melakukan beberapa hal sendirian enak juga. Dulu rasanya kalau ke mall, belanja, makan di resto sendirian hampa bener. Ternyata setelah dilakukan, enak dan biasa aja, kok.

Bills and investment. Maksudnya mungkin well financial literacy sih. Yang namanya bills pasti ada, entah dari mulai ada teman kantor yang nikahan, sampai bayar listrik dan hutang-hutang impromptu dari gangguan flash sale e-commerce. Kalau investment, ya gimana caranya kita bisa menyimpan sekaligus menggandakan uang (in a positive way) supaya bisa digunakan di kemudian hari. Badan sehat menurut saya juga investasi, sih. Nah kalau menginjak adulthood, good financial literacy penting dimiliki juga, supaya gak kejebak sama kejaran debt collector atau juga memiliki masa tua yang berharap sama anaknya (sandwich parents). Sekarang banyak belum paham? Belum terlambat, karena bisa belajar! 😉

Waking up beaten by reality. Haha ini combo dari ketiga poin di atas sih. Tapi ya kalau waking up gak di beaten sama reality ya hampa juga. Mati, dong.

So.. what adulthood means to you?

a wife, Mon-Sat office worker.
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *