Catching Up – a month Hiatus

This might be a short post for only an excuse why I took another hiatus a month from blogging. You’ve been warned – don’t blame me after.

Dulu, beberapa tahun yang lalu, saya ingat pernah menulis tentang saya yang bersiap-siap bersama kantor lama mengenai pameran furnitur di Jakarta.

Sebuah pengalaman (dua tahun berturut-turut) mengikuti pameran berskala internasional. Lumayan banget kalau dimasukin ke CV (in which I already included).

Rasa sibuk sebelumnya, karena konsentrasi harus terpecah antara memikirkan urusan pameran dan kerjaan sehari-hari, lembur yang biasanya hanya sampai jam 6 sore dan akhirnya sampai jam 10 malam, bahkan perjalanan yang ditempuh tanpa tidur, tiga hari berdiri di stand menghapalkan dialog yang sama, membuat laporan setiap malamnya dari hotel, dan harus kembali bisa menyesuaikan pekerjaan ketika kembali dari dinas, rasanya adalah suatu hal yang kalau dipikirkan sekarang, mumet dan malas sekali. Dulu? Tertantang!

Sampai di kantor saat ini, saya cukup lega untuk mengetahui bahwa biasanya kami jarang ikut pameran di dalam negeri, in which means that if even the exhibition held abroad, you won’t be one in charge of it.

Ha! Envy tapi bersyukur, setidaknya saya bisa fokus bekerja dan mempelajari hal-hal yang memang menjadi concern saya disitu.

Hingga di suatu hari di awal bulan April 2019, tercetuslah ide untuk mengikuti pameran furnitur di Melbourne yang akan dilangsungkan di bulan Juni mendatang.

Senang? Tentu saja. Eits, tapi apakah cukup sampai disitu? Nyatanya barang yang akan dikirim harus berangkat di awal bulan Mei, dan kami harus take care untuk segala hal lain terkait kebutuhan pameran tersebut. *DHUAR!!!*

Long story short, terkirimlah barang dan urusan lain kebutuhan pameran di awal Mei kemarin. Nah, situasi itu membuat gonjang ganjing kehidupan saya-secara harfiah maupun kiasan.

Saya yang jarang lembur, akhirnya mengalami era lembur sampai jam 7 malam, jam 9 malam, dan jam 2 pagi. Ha-ha-ha. Saya yang sebelumnya tidak pernah dinas luar, akhirnya harus bolak-balik keluar kantor di siang bolong untuk mengurusi dan mengawasi hal lainnya. Saya yang sudah tertib membuat time table untuk blog dan podcast sampai bulan Juli 2019, akhirnya harus pasrah melihat ide-ide itu tersimpan rapi di buku catatan saya.

Apa mau dikata, tugas negara memanggil saya. Sekian penjelasan singkat mengenai comebacknya saya disini.

What’s up, world?

April 2019, heboh pemilu, pemilihan kedua saya sebagai warga negara, kali itu saya masih sempat koar-koar di instagram mengenai #MengenalCaleg. Karena di pemilu kemarin, bukan hanya presiden dan wakilnya saja yang dipilih, melainkan anggota legislatif lainnya. Pokoknya banyak deh, surat suaranya! Demi negara, saya menggali informasi sebanyak-banyaknya mengenai caleg yang ada di dapil saya. Sekarang, saya belum update, nih. Mereka yang saya pilih, menang gak ya?

Mei 2019, Ramadan tiba..Ramadan tiba!

Bulan puasa kedua dengan status sebagai istri. Tapi kehilangan kesempatan masak dadakan ataupun berbuka-sahur berduaan karena rumah masih ada proses pembangunan (belum bisa ditempati) dan sekarang nebeng di rumah mama-mami. Eits, tentu saja hal ini tidak menghalangi kami dalam beribadah di bulan Ramadan. Buktinya, kami tetap iseng setiap sahur keluar rumah mencari warung makan yang buka (alias gak makan sahur di rumah!). It is super fun and cold and sleepy but we love it.

Makin bertambahnya usia, makin berkurang keinginan untuk berhura-hura dengan kegiatan buka puasa bersama.

Di tahun ini, kami hanya memiliki dua rencana buka puasa bersama; mandatory invitation dari kantor, dan ajakan double date buber dari teman kuliah dulu. Rasanya, buka puasa di angkringan maupun di kantor ditemani teh manis dan setumpuk kerjaan yang masih menunggu itu lebih rasional dan hangat.

Aroma THR yang makin menyengat, juga tak lagi ditunggu bagai es teh di siang bolong. Ya gak boong, sih. Ditunggu, tapi gak langsung sudah punya rencana menghabiskannya dalam satu malam. Tapi dengan bijak menyusun anggaran, membayar cicilan, menabung, dan membahagiakan orang terdekat. Apalah arti barang-barang baru, kalau dibelakangnya masih ada tagihan dan tidak ada savings dikemudian hari? Cailah..

Oiya, alhamdulillah di tahun ini kami akan merasakan nikmatnya mudik-setelah saya kurang lebih 5 tahun gak mudik. Dan mas juga belum pernah merasakan mudik ke keluarga besar saya. Tahun ini giliran kami boyongan ke keluarga besar saya, yang tadinya akan ke tanah ngapak, jadi ke ibukota. Yaa, mudik berselimutkan jalan-jalan lah ya, mas! Semoga nanti ada cerita setelah mudik. Yang pasti, kami sudah super excited dan gak sabar menanti!

Kalian, gimana kabarnya? Apa yang berbeda dari Ramadan 1440H dengan sebelumnya?

Warm love,

-annpoet

Tinggalkan Balasan