#WeekendGetaway: Cilacap

beberapa tahun yang lalu, giat banget mengadakan gerakan #WeekendGetaway sama si mas. jaman ketika belum punya cicilan ini itu, dan masih senang-senangnya menikmati hasil kerja sendiri.
sekarang, mau pergi jalan-jalan pas weekend kok rasanya… lelah, dan takut kantong kempes. HAHAHA
tapi, momen sebelum bulan Ramadhan memang biasanya saya jadikan momen untuk bersilaturahmi ke keluarga, terutama keluarga yang jauh dan sesepuh. karena sekarang saya tinggal punya 1 mbah, dan beliau tinggal di tempat bulik di Cilacap, jadilah saya dan mas melenggang ke Cilacap sekalian #WeekendGetaway
saya pribadi sudah lamaaaaaa gak mampir ke Cilacap. seingat saya, terakhir kesana saat saya masih SMA. been almost 10 years, pasti banyak yang berubah. si mas sendiri, belum pernah menyambangi kota Cilacap sama sekali. pas lah, saya langsung cari-cari info tiket bolak-balik dan hotel.
kenapa hotel? karena saya gak pengen banyak ngerepotin bulik, jadi bisa bebas dan santai juga (plus itung-itung honeymoon dadakan)
diputuskan saya dan mas berangkat di tanggal 29 April (Minggu) pakai kereta api, stay disana 3 hari 2 malam, dan balik tanggal 1 Mei (Selasa) pakai bus; dengan catatan hari Seninnya kami bercuti bersama 😀
kereta api yang kami gunakan adalah kereta api Wijayakusuma Premium; tergolong rute baru dan armada baru (yeay!) dengan stasiun awal Solo Balapan dan tujuan akhir stasiun Cilacap, harga tiketnya Rp. 60.000 untuk kelas Premium. kelas premium kaya apa sih? kurang lebihnya adalah, tempat duduk mirip bus Patas, gak tegak kaya yang kelas Ekonomi, dan interior lebih bagus 🙂


dari jadwal keberangkatan 2x sehari, kami ambil yang keberangkatan pagi 09.30 WIB dan jadwal kedatangan di jam 13.30 WIB. alhamdulillah perjalanan lancar, dan on time sampai stasiun tujuan.
beberapa kali kereta berhenti setelah melewati stasiun Kebumen, karena harus mengalah jalur dengan kereta lain. suasana ramai (gerbong yang kami naiki banyak anak kecilnya :D), tapi tetap nyaman untuk bepergian jarak menengah. hal ini terbukti saat kami sampai di Cilacap, gak begitu terasa pegal-pegalnya.
turun di stasiun Cilacap, kami langsung pesan taksi online. beruntung, Cilacap merupakan salah satu kota yang sudah mengakomodir taksi dan ojek online. menurut saya cocok banget dipakai ketika kita singgah ke kota yang tidak kita kenal sebelumnya 😉
kami berjalan sekitar 100m untuk sampai di titik penjemputan (di luar area stasiun), dan alhamdulillah fasilitas pejalan kakinya juga bagus, dengan membawa 1 koper dan 1 tas tenteng, kami gak kerepotan sama sekali.
ah ya! Cilacap itu kota pantai ya, jadi panas matahari dan angin besar langsung melanda sesaat setelah kami keluar dari stasiun! 😀
kami minta diantar ke hotel yang kami pesan sebelumnya by phone (cukup booking by phone saja) Hotel Mutiara Cilacap. kriteria saya dalam memilih hotel simpel kok, yang penting harganya masih wajar, dekat kemana-mana, dan pelayanannya bagus. di Cilacap juga banyak kok hotel budget yang sudah terkenal, ada Whiz, @Hom, Atrium, Dafam, dan lainnya.
Hotel Mutiara Cilacap
segarnya!

saya gak sempat banyak foto interior hotelnya, cukup satu yang saya highlight, ada fasilitas kolam renang, gym, billiard, dan bathub (dalam setiap kamar) yang bisa dinikmati sepuasnya dan gratis! hmm andai bisa lebih lama, saya mungkin bisa explore semuanya. kemarin saya hanya berenang pagi aja 🙂 kolam renangnya gak terlalu child friendly, karena kedalaman terdangkal di 1 meter, dan makin dalam sampai 1,75 meter. tapi bersih banget! dan berasa kolam renang pribadi karena sepi 😀
kamarnya bersih dan nyaman, ada safe deposit box, flat TV, dan kulkas (di standard room yang kami pesan), bathub dan kamar mandinya besar, pelayanannya ramah 🙂
setelah istirahat, sekitar jam 5 sore kami pesan lagi taksi online untuk menuju rumah bulik saya. ini tantangan buat saya, karena saya sudah lupa situasi dan jalan menuju rumahnya. saya hanya pasang patokan di map, dan berbekal tidak malu bertanya, akhirnya kami tidak tersesat di jalan 😀
alhamdulillah bisa silaturahmi, dengan mbah juga utamanya! dan hari itu ditutup dengan kuliner malam serba daging kambing. hmm, sebenarnya saya sangat gak suka daging kambing, tapi malam itu daripada gak makan, saya lahap juga satenya! 😀
Kuliner Kambing Cilacap
nyam! sebelum Ramadhan, mari posting foto makanan!

Cilacap day 1, selesai..
besok paginya saya dan mas njebur ke kolam renang. fyi, kami cuma pakai kaos tidur dan celana pendek (boxer) bekas tidur! :p habis gak planning mau njebur juga sih, tapi tergoda :p
(mau kasih poto saya renang, takut dikira paus terdampar, urungkan niat.)
karena kami gak pesan paket breakfast di hotel, kami akhirnya membeli sarapan secara ojek online. sempat googling makanan apa yang enak pagi-pagi, pilihan kami akhirnya berhenti di Lontong Opor Pak Mul.
Lontong Opor Pak Mul
banyak, enak, murah!

beruntung dibawakan styrofoam dan sendok plastik, jadi kami tetap bisa menyantap makanan dengan khidmat.
agenda sampai siang, kami cuma gulang guling dan nonton film via flashdisk di TV hotel (receh amat liburannya). baru pergi setelah resah gelisah laper makan siang.
googling lagi, akhirnya kami nemu sebuah rumah makan seafood, patokannya dekat GOR. cus lah kami pergi pakai taksi online lagi.
Seafood Cilacap
porsi 2 orang 😀

Seafood Cilacap
maknyusss

Seafood Cilacap
fresh!

Seafood Cilacap
kerang yang belum pernah kami temui!

ajaibnya makanan di restoran ini harganya murah! kami berdua makan menu sebanyak itu plus nasi 3 porsi (iya tiga porsi, orangnya sih dua..) dan minum, gak sampe 80ribu habisnya! gokil aah 😀
setelah kenyang, pesan lagi taksi online menuju ke obyek wisata Benteng Pendem dan Pantai Teluk Penyu. berhubung hari kerja (Senen lho..) jadi sepi banget tempat wisatanya! tiket masuk ke kawasan Pantai Teluk Penyu Rp. 5.000 per orang, dan harga yang sama untuk tiket masuk ke Benteng Pendem.

setelah lelah berjalan kaki menyusuri benteng pendem yang serius sepinya sampai saya sedikit merasa takut (jiper sendiri, eks benteng masa penjajahan tapi sepi banget!), dan motret dikit deket pantai (karena emang gak niat main-main di pantai, tapi kalau mau main di pantai atau nyebrang ke pulau Nusakambangan, banyak banget yang nawarin!) kami pesan lagi taksi online, buat pulang ke hotel dan sebelumnya beli oleh-oleh khas pantai (aksesoris) yang banyak dijumpai sepanjang pantai.
pantainya sepi, mungkin karena siang dan panas dan hari kerja juga.. bersih menurut saya, dan ombaknya gak terlalu gede. mitosnya sih banyak, apalagi secara ini pantai selatan ya… so ya googling sendiri deh gimana seharusnya kalian behave.
banyak penjual makanan di pinggir pantai, dan yang paling populer adalah tukang bakso plus ibu-ibu yang jualan mendoan 😀 karena kami sudah kenyang dan bawa air mineral sendiri, jadi kami tutup mata untuk jajanan.
si mas termasuk yang suka banget dengan dunia transportasi; langsung girang begitu lihat kapal tanker milik Pertamina yang hendak merapat untuk menyetorkan minyak (?) walaupun gak sempat tertangkap kamera, tapi dia lumayan hepi ngeliat banyak kapal, dan tangki minyaknya pertamina.
Tangki Pertamina
yang seperti ini yang disenengin si mas

setelah sampai hotel, kami mandi dan gulang guling nonton film dari flash disk lagi.. dan jam 6 sore kami ke rumah bulik lagi.
begitu cerita kalau siangnya kami nongkrong sebentar di Benteng Pendem dan Pantai Teluk Penyu, om yang notabene ngantor deket situ, langsung nyeletuk, “tau gitu kan ngomong aja, nanti om anterin muter-muter” yaa mohon maap om, daripada ngurusin kerandoman kami, mending kan si om kerja aja 😀
makan malam pakai masakan bulik, kami baru sampai hotel lagi jam 10 karena keasyikan ngobrol. Cilacap day 2, done..
keesokan paginya, saya sudah langsung sibuk packing. sebagai seorang planner, saya gak bisa tenang kalau tahu hari itu akan check out dan pulang. jam 9 kami sudah check out hotel dan sampai di rumah bulik, bersiap belanja oleh-oleh.
sebenarnya masih galau mau pulang pakai kereta lagi atau bus, karena hari itu bertepatan dengan May Day, kami insecure pabila terjadi demo di berbagai daerah. tapi jam 11 kami ngacir belanja oleh-oleh, padahal kalau mau pakai kereta api, jam 2 siang sudah jalan.
perburuan oleh-oleh pertama, toko snack Central/Njritz (asli namanya absurd tapi barang dagangannya enak!) saya gak sempat motret-motret, karena sudah kalap mata belanja banyak banget snack! sebenarnya snack di toko ini bisa banget ditemui di toko snack kiloan/ons-an seantero pulau Jawa. khasnya apa? toko ini memacking ulang, dan menjual dengan harga mulai dari Rp 2.500 saja. saya dan mas belanja habis 60ribu, sebenernya sudah cukup banget untuk oleh-oleh teman kantor dan keluarga; tapi kami kemaruk! 😀
kedua, kami lanjut belanja ke pusat produsen stik dan keripik sukun khas Cilacap. gak borong banyak, dan sekarang nyesel karena ternyata rasanya enak 🙁 terjangkau pula.
terakhir, kami diajak bulik belanja oleh-oleh kerupuk ikan khas Cilacap. murah banget! dan beli dikit karena saya pribadi memang gak terlalu suka.
sampai rumah bulik, kami bingung packing lagi. untung kami memang selalu bawa tas lipat, sehingga ada 2 tas lipat untuk menampung oleh-oleh hasil hedon kami, ditambah titipan pribadi bulik untuk mama saya. HOSH! setelah kekenyangan karena makan lotek porsi jumbo, kami berdua pinjam motor bulik untuk beli tiket bus (alibinya..) padahal kami juga iseng berkunjung ke PLTU (Pembangkit Listrik Tenaga Uap) yang ada di sebelah utara Cilacap. berbekal google maps, 15 menit dari pusat kota, kami pun melesat tanpa menggunakan jaket. kulit langsung menggosong lho..
PLTU Cilacap
motret dari motor, dari depan kelihatannya begini

PLTU Cilacap
kota industri!

ibarat si Unyil jalan-jalan, kami berdua memang cukup gemar berburu tempat industri, selain tempat makan. :p terbukti saat dulu #WeekendGetaway ke Semarang, kami juga nongkrong di pelabuhan kontainer di Tanjung Emas 😀
mau lihat apa? mau berkagum-kagum aja dengan alat industri yang ada 🙂 gak kebayang kalau dibolehkan masuk, saya bisa banyak mlongo :p
daerah Cilacap utara ini rasanya pusat industrinya, hampir semua orang yang kami temui, menggunakan APD (Alat Pelindung Diri). padahal hari itu adalah hari buruh, tapi mereka tetap giat bekerja! kalau ada kesempatan untuk kunjungan industri, kami pasti dengan senang hati menerimanya! 😀
setelah diam-diam berjelajah sendiri dan pegang tiket bus, kami pulang ke rumah bulik. beberes sebentar dan bersalam-salaman (karena ternyata pas sekali pakdhe juga datang di siang itu), kami pesan taksi online dan ngacir. kejar-kejaran dengan bus, karena terlalu mepet :p harga tiket bus Efisiensi yang kami pakai, Rp. 70.000. perlu diingat, bus ini sangat on time. dan setiap jam ada, pokoknya professional banget pelayanannya. saya cukup sering pakai bus Efisiensi, terutama saat mudik dulu ketika kuliah. sekarang tambah bagus dari armada dan servicenya.

asiknya, bus ini gak terlalu ramai. kita juga bisa pilih tempat duduk saat pembelian tiket. dan atas saran petugasnya, kami duduk di barisan belakang. biar lega katanya. beneran lega dan kursinya bisa di set posisi tidur. interiornya jauh lebih nyaman dari kereta api sih, tapi gak enaknya… ya namanya bus ya, goncangan tergantung kondisi jalan.
memasuki daerah Banyumas, saya disko. apalagi duduk di atas roda bus (posisi paling belakang) sangat berasa untuk saya goncangannya. oh iya, disediakan air mineral gratis per penumpang juga.
kalau biasanya entertainment di bus lagu-lagu dangdut koplo, di bus ini malah lagu-lagu era 2007-an. saya berasa flashback; dari mulai Repvblik, Dmasiv, Vierra, sampai Backstreet Boys dan Westlife. BAHAGIA! saya nyanyi kenceng-kenceng juga gak ada yang denger dan terganggu :p
sampai Kebumen, bus ini berhenti sejenak. bener-bener sejenak karena cuma 10 menit! jadi untuk kalian yang ingin ke WC, saran saya segera-lah. saya juga cuma sempat beli makan malam, sementara si mas ke WC. kenapa mereka cepet banget istirahatnya? karena mereka punya janji ketepatan waktu kedatangan.
lepas Kebumen itu, supir melaju dengan cepat. berasa mobil pribadi, padahal bus. tapi masih aman kok.. dan saya pulas tidur 😀 sampai Gamping, saya baru bangun dan siap-siap turun di Terminal Giwangan. tepat jam 20.00 WIB, kami sampai Terminal Giwangan. ON TIME banget! (oh iya kami berangkat pukul 14.00 WIB)
gak terlalu berasa lelah, kami pesan taksi online lagi menuju rumah. alhamdulillah #WeekendGetaway sekaligus silaturahmi yang berhasil.

jadi, kemana lagi #WeekendGetaway nanti?

nanti dulu lah, Ramadhan dan Syawalan dulu 😀

Putri Ari
mari #WeekendGetaway lagi 😀

a wife, Mon-Sat office worker.
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *