Day1 – Why I Blogging (#BPN30dayChallenge2018)

Hey ho meet on a first day of 30 days blogging challenge by Blogger Perempuan.

Selayaknya membuat skripsi, judul hari ini agaknya adalah menulis latar belakang alasan kenapa memilih blog.

Bagi saya, menulis adalah hal yang saya senangi. Setidaknya itu yang saya rasa di awal awal saya menulis – masa SD dulu. Saya senang membaca, majalah dan komik awalnya. Masih teringat betul saya senang sekali membaca berita obituari, berita meninggalnya tokoh yang dipublish di surat kabar. Papa dan mama kebetulan juga gemar membaca, sehingga papa berlangganan koran untuk kami baca setiap harinya. Koran kompas pada saat itu; dan mama berlangganan tabloid entertainmen. Saya, langganan majalah Bobo 😀

Setelah gemar membaca majalah Bobo, imajinasi saya mulai terbentuk saat membaca cerpen-cerpen yang ada di majalah. Ketika berjalan-jalan ke toko buku, perhatian saya jatuh pada komik. Ternyata komik itu juga seru; saya merupakan penggemar komik Kobo chan, Doraemon, dan pastinya Detektif Conan. What I enjoy from comic is that ada visualisasi imajinasinya, jadi seolah menonton film langsung. Kecepatan membaca saya pun bertambah. Satu komik hanya dilahap dalam 10-15 menit saja. Cepat bosan, saya mencari-cari bacaan lainnya.

Tepat saat saya bosan dan ingin mencari-cari bacaan lainnya yang lebih menantang, saya bertemu dengan novel sejuta umat, Harry Potter.

Pertemuan itu tidak sengaja saat saya main ke rumah sepupu yang lebih tua sedikit dari saya. Langsung saya khusyuk asyik membaca, dan itulah pertemuan awal saya dengan novel-novel yang jumlah halamannya lebih dari 200 lembar. Selesai baca seri pertama dalam waktu dua minggu, saya langsung kehausan dan mencari seri selanjutnya. Entah itu meminjam lagi ke sepupu, ataupun ke rental novel (yang dulu masih banyak). Begitu terus sampai seri kelimanya dan habis saya baca dalam waktu rata-rata satu minggu.

Saya mulai haus akan bacaan tebal; saat itu SMP dan saya pindah ke Bumiayu. Saya mulai gemar teenlit; hanpir semua teenlit sudah saya baca dan saya senang 🙂 Bahkan kadang saat teenlit sudah habis saya baca, saya beralih ke Chicklit (untuk segmen wanita kuliah sampai kerja) yang sebenarnya banyak yang kurang pas untuk taraf anak SMP-SMA 😀 Ah, betapa peminjaman buku di rental masih terngiang bagi saya. So nostalgic, saya dulu langganan terus dengan masnya yang punya rental.

Beranjak kuliah, rasanya hobi membaca saya jauh berkurang.

Tantangan selanjutnya, saya gemar membaca novel Inggris (bukan terjemahan). Seiring lah ya dengan jurusan kuliah saya yang berlatar belakang bahasa Inggris 🙂 Twilight saga saya tamatkan dengan membaca versi aslinya, yang saya pinjam dari perpustakaan dimana saya juga bekerja paruh waktu disana. Chicken soup, Enid Blyton, saya lahap habis juga. Walau membagi waktu membaca ketika kuliah agak lumayan tricky. Belakangan, saat sudah bekerja, hobi membaca sudah saya tinggalkan perlahan. Rasanya 8 jam melihat layar komputer sudah sangat melelahkan mata. Gak memungkiri juga, smartphone dengan aplikasi-aplikasinya lebih menarik perhatian.

Ya, kiranya dari hobi membaca itulah saya jadi memiliki banyak perbendaharaan kata, banyak imajinasi, dan cenderung mudah mengekspresikan sesuatu; baik dengan tulisan maupun dengan lisan. Jauh sebelum mulai blog, saya sempat mencoba menulis puisi; walau hasilnya amburadul 😀 Sekarang, dengan jumlah teman di dunia nyata yang tidak terlalu banyak, sudah mulai malas membaca novel, saya rasa sekarang waktunya saya menulis dengan gaya saya sendiri, dalam blog.

Kalau kamu, apa alasanmu ngeblog? 🙂

a wife, Mon-Sat office worker.

Menurut kamu?