Day11 – Collectible Things (#BPN30DaysBlogChallenge)

Ngomongin soal hal yang saya koleksi, rasaya gak berbeda jauh dengan hobi. Hanya saja, saat ini dengan hobi saya menulis dan bercerita, rasanya hal yang saya koleksi adalah tulisan dan rekaman 😀 Tapi, sadar atau tidak, kadang kita sering gak sengaja mengumpulkan sesuatu dengan alasan, kenangan. Sentimen banget lah pokoknya!

Ada yang kegemarannya mengoleksi perangko, uang kertas dari berbagai tahun dan berbagai negara (well, that was my mom hobbies). Ada yang gemar mengoleksi tumbler starbucks dari setiap tempat, tempelan kulkas dari banyak negara, sampai yang agak anti mainstream, kunci kamar hotel yang berbentuk kartu dari hotel-hotel ikonik di dunia. Gak kepikiran sih saya 😀 takut dikira klepto malahan.

Saat kecil dulu, saya gemar mengoleksi all about Tweety or Winnie the Pooh.

Saya sempat punya bantal tweety, tas tweety, piring makan winnie the pooh, dan lainnya. Tapi semua perlahan menghilang pelan-pelan sejak saya beranjak dewasa. Juga karena sudah susah mencari hal-hal yang berbau karakter-karakter tersebut. Sempat nostalgia mellow saat menonton film live action dari winnie the pooh tempo hari. 🙂

Lantas, apa yang sedang saya koleksi, selain kumpulan nota dan kwitansi serta bon dari belanja hal-hal tidak penting dan jajanan receh? Dihadapkan pada tema kali ini, saya kemarin sempat mencari-cari ke apa yang banyak ada di dalam rumah, dan saya bersikeras menambah terus?

Baru sadar, saya dan mas suam mengoleksi diecast dan miniatur alat transportasi.

View this post on Instagram

These photos taken in his office. He used to like car miniatures; now he start to collecting truck and heavy equipment miniatures. Not to mention his dream of building a special room contains train and city miniatures. Also his next wishlists: tank and plane miniatures. [P.S.: you could listen about his obsession for hobbies in my #podcast link bit.ly/HisHobbies] No I am not complaining; I believe everyone has their own right of their hobby. Entah itu hobi masa kecil yang terbawa hingga dewasa, atau hobi yang baru terbentuk ketika dewasa. Pun yang sekarang sudah dewasa tapi merasa belum punya hobi, you might need to take a deeper look inside or outside your daily routine. Mungkin sebenarnya ada hobi tapi gak sadar(?) Saya sendiri, baru sadar tentang hobi beberapa tahun belakangan, dan menyangkal terlambat memulai hobi🙂 . #hobbies #miniaturestruck #carminiature

A post shared by annpoet | A. Putri Rahmanto (@annpoet_) on

Kalau yang miniatur, sebenernya mas suam yang koleksi. Deuh harganya bikin geleng-geleng kepala deh. Makin rigid makin bagus makin teliti makin detail, makin mencekik. Kegemaran saya mengoleksi diecast sebenarnya ya karena dipengaruhi mas suam juga. Dulu jaman belum merit, awal-awal pacaran, saya yang kagum lihat dia masih menyimpan tamiya pertamanya, mobil Remote Control (RC) pertamanya, bahkan miniatur kereta api favoritnya. Die cast juga dia ada, tapi gak banyak.

Mulai deh kami kalau ke suatu mall baru, meneliti dimana jual diecast. Si mas suam tipe kolektor American Classic diecast. Dia suka banget ketika ada mobil double cabin yang mesinnya menyembul keluar sedikit. Tau kan ya? Semacam mobilnya Dom di film franchisenya Fast Furious. Kalau saya, tipe kolektor mobil mewah dan rata-rata dua pintu only. Seri Porsche, Ferrari, Audi, Chevrolet, saya suka sih. Pokoknya makin keren dan kelihatan mahal mobilnya, makin saya suka. Soalnya saya tahu, saya gak akan mampu memilikinya 😀

Memang, kalau di mall agak susah mencari yang seri langka. Kalaupun ada, biasanya harganya dua kali lipat yang seri biasa. Maka kami juga kadang ke toko khusus diecast (di Jogja ada lumayan banyak alhamdulillah) dan berburu disitu. Saya lupa pastinya, tapi koleksi diecast kami sudah ada sekitar 30-40 buah. Akhirnya saya juga berbelok ke tipe kolektor movie series; seperti mobil-mobil Batman, mobil yang ada di film Fast Furious, bahkan mobil Mystery Machine milik Scooby Doo and friends. Termasuk juga karakter yang ada di film Cars, plus tidak ketinggalan Tayo, saya ikutan demen.

Selain diecast, kami juga gemar mengumpulkan hadiah mainan dari fast food chains.

Tau kan ada restoran-restoran fast food yang punya menu khusus anak-anak dan di dalamnya ada hadiahnya? Nah, saya dan mas suam juga suka banget koleksi mainan-mainan itu, walau gak terawat. Dulu awalnya dari karakter Smurf, Doraemon, Boboi Boy, Minions, dan banyak lainnya. Pada mulanya saya sering menghadiahkan adik saya mainan-mainan tersebut. Tapi kok dia gak terlalu excited, akhirnya saya ambil alih lagi 😀

Pokoknya, setiap ke mall dan ada toko mainannya, kami langsung ekstra excited. Well, sejujurnya lebih ke mas suam sih; saya kalau pas lagi dilihat ada yang pengen dibeli aja. Jujur, prioritas diecast ini tergantikan oleh budget skincare tiap bulannya 🙂 Kalau kamu, koleksi apa nih?

a wife, Mon-Sat office worker.
2 comments
  1. Saya suka termasuk yg suka nggak sengaja mengumpulkan sesuatu karena alasan kenangan. Nggak rela dibuang, cuma karena ada sentimental value-nya.

    Btw, salam kenal ya, Mba!

    1. Hihihi bener mba! Kadang saya pun ngorek isi tas, berharap ada yang bisa ditemukan. Walau kadang cuma kertas-kertas gak penting, tapi kadang ketemu uang juga 😀

      Salam kenal juga mba 🙂

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *