Day12 – Healthy Tips (#BPN30daysBlogChallenge)

“Mensana in corporesano” adalah salah satu kutipan yang ada di buku tulis SD saya. Secara letaknya di footer setiap halaman ya, jadi mau gak mau, selesai nulis satu lembar pasti baca motto itu. Di dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang kuat. Dulu, belum tahu pasti apa makna dari ‘jiwa yang kuat’. Terima kasih mas Tulus, sekarang saya jadi tahu apa maknanya.

Manusia manusia kuat, itu kita. Jiwa jiwa yang kuat, itu kita.. 😀

Saya mungkin disangsikan sebagai manusia yang sehat. Makanan, asal lapar saya bisa lahap tanpa pikir panjang. Tapi, alhamdulillah saya sudah bisa lepas dari ketergantungan obat. Lho? Bukan, bukan obat psikotropika. Saya sempat mengalami ketergantungan ‘harus minum obat’ kalau sudah mulai berasa sakit, dulu. Sekarang, kalau gak disuruh dokter, saya malas sekali rasanya minum obat.

Nah, sekadar berbagi. Menurut saya, selain olahraga fisik (yang sangat susah saya lakukan), berikut tips yang mungkin bisa dilakukan agar badan senantiasa sehat:

1.       Memiliki kapasitas tidur yang cukup
Photo by Ihsan Aditya from Pexels
Photo by Ihsan Aditya from Pexels

Ada orang yang bisa melakukan power nap; tidur 30 menit tapi badan langsung fresh berasa sudah tidur semalaman. Ada juga yang harus tidur diatas 5 jam, baru bisa puas dan fresh. Kapasitas tidur setiap manusia berbeda; at least itu yang saya tahu. Saya pribadi, gak bisa tidur siang. Kalau siang tidur, akan susah tidur malamnya. Saat tidur malam pun, saya harus bisa tidur sekitar 5-6 jam. Kalau kurang dari itu, saya akan susah berpikir, gampang timbul alerginya, dan cranky. Duh udah macem anak bayi aja ya.. tapi bener lho. Saya pun jarang mengalami insomnia; paling kalau saya belum tidur malam, ada film/buku yang harus diselesaikan, postingan blog yang kejar deadline, atau hal-hal lain. Bahkan, di hari yang sangat efektif, saya bisa tidur start jam 9 malam, bangun jam 5 pagi. Wah itu sudah paling enak deh. Manfaat tidur cukup juga menurut saya akan ngaruh ke aspek badan kita lainnya, saat kita dituntut harus kerja atau sekolah di pagi dan siang harinya. Selain alasan lain bahwa memiliki tidur cukup, pasti mata panda dan kantung mata jauh lebih kecil.

2.       Air Putih is the key

Menerapkan rumus sehari delapan gelas, mungkin sudah biasa didengar. Pembagiannya menurut saya, bangun tidur satu gelas, sebelum sarapan setengah gelas, setelah sarapan setengah gelas lagi, saat bekerja atau sekolah diselakan 1 gelas, makan siang satu gelas, sore juga satu gelas, makan malam dua gelas, saat mau tidur satu gelas. Belakangan, saya dapat tantangan dari dokter, kalau dengan berat badan seukuran saya, idealnya adalah 2 liter per hari. Dua liter. Berarti sekitar dua botol air mineral besar. Ini mungkin saya belum bisa konsisten; kadang kurang dari dua liter pastinya. Kenapa saya sampai dapat saran dari dokter perkara minum air putih? Karena di pertengahan tahun kemarin, saya sering banget flu. Dan resep alaminya kata dokter, ya, minum air putih yang memang buanyaak.

3.       Buah dan Sayur jangan dilewatkan

Setelah duduk di depan komputer kantor, rasanya susah banget mau cari cemilan sehat. Di laci kantor, isinya kalau gak biskuit, kuaci, dan jajanan penuh pengawet lainnya. Sedih akutu :(. Kadang wondering, badan saya darimana ya dapat vitamin dan mineralnya? Akhirnya satu-satunya cara adalah dengan selalu makan sayur minimal satu kali sehari (sebagai teman makan besar), dan juga tetap makan buah apapun itu dalam satu hari. Ngaruh dan ngefek lho betapa satu buah pisang ketika masuk ke perut pada hari itu, dan kalau tidak. Kita juga minim flu dan sariawan jadinya. Kalau merasa takut buah itu mahal, coba lah paduan buah pisang atau pepaya diselang seling setiap harinya. Lama-lama ditambah buah yang sedang musim (buah naga atau nangka atau nanas atau jeruk atau mangga). Pokoknya buah yang merakyat deh! Kalau sayur yang murah, coba lah capcay yang belum terlalu matang sayurannya (jadinya masih kres kres) atau pecel buat sendiri pakai bumbu instan. Pokoknya ada kok caranya, minim ya makan lalapan lah..

4.       Positive thinking

Nah, dalam tubuhnya sudah diperhatikan kesehatannya dari asupan-asupan. Sekarang jiwanya yang diperhatikan dengan cara yang menurut saya sangat mudah dilakukan dengan niat murni tulus ikhlas, berhusnudzan atau berprasangka baik atau positive thinking. Kadang kita sudah merasa sehaaaat banget, tapi sering gak sadar kalau masih menggunjingkan orang dibelakang, atau betah dengan keadaan yang sangat toxic. Sebenarnya berarti jiwanya belum tentu kuat. Cus lah dibenerin lagi pola pikirnya; kalau ada yang menyela antrean, daripada mikir “itu orang gak punya manner banget sih dasar gak pahaman ngantri itu gimana” mending diganti “oh mungkin barang yang dia beli benar-benar lagi dibutuhkan kali ya.” (sambil ditegor pelan juga kenapa sik nyela-nyela antrean). Remove the useless negativity and stay spreading positivity lah pokoknya.

5.       Carpe Diem

Live the moment. Nikmati dan enjoy aja sama apa yang terjadi sekarang. Worry less about your future, apalagi about your past. Sekarang ya sekarang aja, belom tentu datang dua kali. Pasti gak akan terulang lagi. Jangan kebanyakan mikir yang belum tentu akan kejadian, mending fokus dengan apa yang ada di depan mata.

Yosh, menurut saya sih itu adalah cara lain untuk hidup sehat. Jika orang lain mendefinisikan sehat itu harus berkeringat, harus lelah, harus peluh, harus mahal. (well yes sehat is so goddamn expensive!) Menurut saya hal lima ini yang juga perlu dicamkan bersama untuk kehidupan yang lebih sehat. Yuk lah mulai dari diri sendiri aja dulu 🙂

Tinggalkan Balasan