Day13 – Dream Places to Visit (#BPN30dayBlogChallenge)

Wah, ngomongin hal ini sudah membuat saya tersipu-sipu. Betapa tidak, saya sudah terlanjur jatuh cinta dengan tempat ini sedari kecil. Visually esthetic! Walau sadar rasanya hampir tidak mungkin bisa kesana, tapi percayalah asa itu selalu ada. Kadang, saya bisa seharian membaca berita apa yang sedang terjadi di tempat itu, bagaimana rupanya sekarang, hanya demi memuaskan keinginan pribadi. Rasanya rindu padahal belum pernah bertemu.

… concrete jungle where dreams are made of, there’s nothing you can’t do

Barangkali sudah tahu daerah mana yang saya maksud?

Yes it is NEW YORK!

Ah, beneran se cinta itu sama New York, padahal mengijakkan kaki keluar dari Indonesia saja belum pernah. Paspor saja belum punya. Tapi siapa sih yang gak merasa takjub lihat New York dari film-film? Coba yuk sebutkan film yang berlatar belakang di New York; yang paling ikonik ya apa kalau bukan Breakfast at Tiffany’s. Home Alone 2: Lost in New York. When Harry Met Sally. Serendipity. King Kong. The Devil Wears Prada. Coba ditonton dengan cermat, itu kurang asoy apalagi sih yaampun. Rasanya kok segala sudut kotanya indah.

Terus sekarang karena ada VLOG, saya demen banget nontonin VLOGnya Casey Neistat. Dia bagus pula kan ya pengambilan gambarnya. Tambah seneng deh. Rasanya gak kebayang kalau diajak langsung kesana (sape yang mau ngajak ya, moon maap nih sista jangan halu). Pernah berdoa banget pengen bisa menginjakkan kaki di tanah Paman Sam, barang sekali seumur hidup. Kalau mau doa lengkapnya sih pengen ngerasain New York saat lagi bersalju ya. Rasanya impian masa kecil saat nonton Home Alone, bisa terwujud kalau gitu namanya.

Karena hal ini juga, beberapa kawan saya menilai saya gak nasionalis.

Lebih suka ke Amerika ketimbang ke Indonesia. Yagimana, kesempatannya lebih kecil kalau saya bisa ke Amerika, sih. Dan karena si New York ini, saya tergila-gila dengan hal yang berbau ke-Amerika-an. Terlebih saat beberapa tahun yang lalu saya dikasih kesempatan untuk jadi Volunteer di American Corner. Beuh, sayang pada masa itu saya belum pakai Instagram. Jadi bener-bener gak ada peninggalan barang foto-foto dengan latar belakang bendera Amerika.

Segitu bahagianya saya sama New York, kadang juga sampai ngalahin keinginan yang lain.

Si mas suam pengennya bisa ke Jepang; gak terlalu jauh dari Indonesia. Tapi ya kalau ada kesempatan bisa ke Amerika, ya kami gak bakal nolak lah. Apa ya spot yang saya sukai di New York.. simply just the vibe sih sebenarnya. Statue of Liberty, yang saat ini saya baru punya miniaturnya hasil buah tangan dari mas dan mba sepupu yang sudah menginjakkan kaki disana terlebih dahulu.

Central Park, yang saya impikan bisa foto-foto cantik dan lesehan nyantai nyore disana. Unik ya ada taman sebesar itu ditengah gedung-gedung pencakar langit! Times Square di malam hari yang banyak lelampuannya. Saya penggemar sorot lampu kota pada malam hari. Cantik! Rockefeller Center, dimana ada pohon natal super besar disitu. Brooklyn Bridge yang ada sejarahnya. Grand Central Terminal, walau gak naik kereta tapi pengen bisa hadir disana. SoHo yang gak perlu masuk ke tokonya tapi bisa jalan-jalan di depannya aja. American Museum of National History yang pengen masuk supaya bisa ngerasain ala-ala film Night at the Museum. Broadway yang jadi idaman para pecinta seni suara dan teater. Flatiron Building yang pengen membuktikan itu kenapa bisa kaya setrikaan gitu sik. Chrysler Building salah satu dari sekian gedung yang ikonik. Madison Square Garden yang juga bisa dijadikan spot foto lucu. Central Park Zoo biar bisa ketemu para Penguins of Madagascar. Pokoknya semua landmark itu sih pengennya.

Sudah lah tak mampu berkata panjang lagi, saya mau otewe nonton film yang syutingnya di New York ajah.

a wife, Mon-Sat office worker.
2 comments
  1. Ihhhh keren kaka. Saya juga pengen ksna kak. Tapi film2 yg kaka sebutin di atas belum sama sekali ada yg di tonton

    1. Ihihihi, nonton full sih jarang, tapi minim si Home Alone yang selalu ada tiap natal. Bagus dehh! 😀

Menurut kamu?