Day14 – Horoscope Accuracy (#BPN30dayBlogChallenge)

Mungkin tema ini akan banyak digantikan atau disubstitusi oleh tema cadangan bagi para blogger lainnya. Tapi saya sendiri malah kegirangan mau mbahas soal ini 😀

Terlepas dari percaya atau tidaknya, saya tidak mau membahas itu. Gimanapun, saya enjoy dengan ilmu horoskopi just for fun. Kalau memang ada kesamaan, dibuat nyengir aja. Lagipula, saya gak rutin membaca setiap minggunya tentang horoskop saya; apa yang akan terjadi dan sebagainya. Well, dari tiga belas postingan sebelumnya, ada yang bisa tebak horoskop saya apa?

Cancer!

Lahir di tanggal dan bulan yang sama dengan adik dan mami mertua, sebagai cancer pulak! Membuat kami menjadi trio dan triple killer attack buat orang-orang di sekitar kami. Yagimana, walau berbeda latar belakang, karakter kami kurang lebih sama, kadang kasian mas suam yang kebagian gak enaknya mood swing kami.

Belakangan, saya membaca-baca highlight story instagram dari seorang konten kreator, Alexander Thian. Saya kurang tahu, pengalaman koh Alex (begitu ia kerap disapa) dalam hal perhoroskop ini dari mana. Entah memang teman beliau sangat banyak dan beragam kemudian beliau melakukan analisis mendalam, ataukah memang beliau belajar dengan sendirinya. Anyway, in my personal opinion, he is so good at describing people based on their horoscope. Including deliver it to the public. Dan saya sering merasa tertampar kalau baca deskripsi beliau. Dibawah ini saya akan mengutip beberapa pandangan beliau tentang horoskop saya, Cancer.

Defensif ketika ada masalah.

As in koh Thian said: “emangnya lari dari masalah dan mengucilkan orang-orang terdekat dari kalian (cancer) ada manfaatnya, ya? Lalu kalau ada argumen yang tak membuatmu senang, kenapa harus defensif dan baper? Logic is awesome stuff, you do know, that right?” Asli ya ini kayanya opini beberapa orang terdekat saya. Si mas suam kadang menggambarkan saya sebagai pribadi yang gak pernah mau kalah, I sincerely apologize for that but yeah that’s true. Bahkan saya sendiri pernah berbicara tentang self-defensive mechanism (yang mungkin juga itu seringnya terjadi dengan saya). Not to generalize all the Cancer people is like that, but I do know it. Entah ya, kalau ada opini yang gak sesuai sama saya, rasanya saya bisa mati-matian menentang. Pun kalau saya sebagai minoritas opini tersebut, saya akan defensif menanggapinya. Rasanya ini kenapa saya sempat jadi anggota debat Bahasa Inggris dulu.

A good problem hider.

Saat Cancer punya masalah dan cerita ke kamu, then you are someone special to them. Tapi kalau kamu udah nanya dan mereka cuma senyum dan nyengir dan mengalihkan pembicaraan dan bercanda dan nggak jawab, maka apapun yang kamu lakukan, mereka gak akan cerita.”, kira-kira seperti itu penjabaran koh Thian terhadap Cancer selanjutnya. Lagi-lagi saya mengangguk lemah. Coba deh yang tahu tentang ada masalah apa yang membuat saya sensitif dengan keluarga, berapa orang dari sahabat saya? Mungkin cuma dua, dari sekian banyak yang saya akui sebagai teman ataupun sahabat. Apalagi semenjak kenal personal branding, setiap mau curhat colongan di sosmed, saya pasti langsung mikir dua kali. Hasilnya kalau gak curhat sama teman salah satu dari dua tersebut (seringnya cuma ke satu orang saja), ya saya tuangkan dalam bentuk postingan 😀

Related to the mellow feelings.

Cancer ini gampang baper, gampang sakit hati, gampang mikirin omongan orang, dan susah move on. Emosi mereka itu kayak lapisan bawang. Berlapis-lapis. Buat apa? Ya buat menunjukkan ke dunia bahwa mereka baik-baik saja padahal enggak.”, sebagai pelengkap opini dari koh Alex. Merasa tertampol banget baca ini. Gampang baper, check. Saya ya, disapa dikit atau di chat duluan sama cowok (dulu sebelum pacaran serius dan menikah) bisa baper duluan, jangan-jangan saya ditaksir. Terus dibantuin dikit urusannya, juga baper. Halah pokoknya gitu lah. Gampang sakit hati, yes. Saya masih ingat saya sempat sakit hati hanya karena urusan orang lain yang gak nyinggung saya sama sekali. Gampang mikirin omongan orang, hell yeah. Tapi ini agak berkurang kalau orang ngomonginnya soal fisik, tapi kalo diomongin soal non-fisik, siap-siap aja ada satu postingan baru lagi 😀 Susah move on, hahaha! Menurut saya cara move on ala saya yang paling ampuh adalah dengan jatuh hati lagi atau menyibukkan diri. Tapi ya teteup ya, masih kok eyke inget saat-saat bersama cinta monyet, bersama first love, mhihihi.

A good listener and problem solver.

Hahaha akhirnya ada hal baik juga dari karakter saya ini. Koh Alex juga menambahkan, “Mereka (kaum Cancer) ini pendengar yang baik, dan jago banget kasih solusi. Pokoknya mereka ini akan menunjukkan empati yang besar, mampu membuat kamu merasa tenang, mampu menunjukkan, di mana seharusnya kamu mencari solusi.”. Nah, jadi saya memiliki kemampuan yang baik sebagai seorang pendengar nih. Terbukti, banyak banget teman-teman yang akhirnya curhat sama saya, padahal saya nya sendiri gak curhat ke mereka. Terbukti saya dipanggil ‘emak’ sama sekumpulan teman-teman. Saya dideskripsikan laksana Alya dalam film AADC pertama. Gak tau kalo punya masalah, tapi bisa jadi pendengar yang baik.

Nah, menurut saya sih empat pernyataan itu yang mewakili karakter saya. Saya pun menyadari semuanya secara penuh. Sekali lagi, saya gak menjeneralisir ya.. dan kalau teman-teman pengen tahu tentang karakter masing-masing menurut koh Alex, silahkan di follow dulu atuh instagramnya, twitternya, pokoknya selain soal zodiak ini, koh Alex juga sering banget cerita dan berbagi ilmu soal fotografi, manner, tips lainnya juga. Sering juga beliau mengadakan kuis yang hadiahnya kece-kece. (jadi promoin beliau nih, wkwk)

Sekali lagi, saya gak bermaksud meracuni teman-teman untuk serta merta percaya dengan horoskop ini. Kebetulan saja semua statement di atas ‘saya’ banget. Toh saya kenal bentukan Cancer lain yang gak 100% seperti itu, kok. Kalau saya, this is pure for fun. Bisa juga dijadikan ajang introspeksi diri kalau memang merasa demikian. Kalau kamu? 🙂

a wife, Mon-Sat office worker.
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *