Day15 – Favorite Instagram Account (#BPN30dayBlogChallenge)

Instagram masih menjadi popular sosmed ya sekarang, jauh mengalahkan facebook yang rajanya sosmed.

Saya sempat hiatus beberapa saat dari Instagram, karena saya merasa banyak gak manfaatnya mainan instagram. Terutama juga karena Instagram candu banget sih! Rasanya kalo gak buka Instagram barang sebentar, saya mulai merasa ‘something missing’. Usut punya usut, rasa itu namanya FoMO, Fear of Missing Out. Takut gak update, takut gak paham kabar temen gimana, takut dibilang “masa sih gak ngerti berita itu? Kan lagi hits banget di IG!”. Lepas dari Instagram, saya ke Twitter. Dari twitter juga saya dapat beberapa akun Instagram yang feedsnya oke, gak cuma oke dari segi visual, tapi juga storytelling dan pembawaannya. Insightnya, cara pikirnya, dan apa yang dia bagikan adalah bermanfaat.

Balik ke Instagram lagi, saya langsung follow beberapa diantaranya:
  • Alexander Thian (@amrazing); yang ini gak perlu dibahas banyak lah ya, dari kemarin rasanya sudah banyak promoin koh Alex 😀 saya pribadi suka gaya cerita dan berbagi ilmunya. Baik itu fotografi, ilmu bermasyarakat (manners), maupun ilmu menghadapi hidup (cailahhh). Postingan terbaru koh Alex (yang lagi halan-halan dan kerja):

View this post on Instagram

#LetMeTellYouAStory . “Gue jalan ke arah elo, ya. Pura-puranya baru keluar mobil!” Si @madame_exotique menatapku dengan tatapan terjijiknya tanpa menjawab. “YA UDAH BURUAN!” Aku cekikikan, lalu pasang pose paling cool seolah-olah aku adalah pemilik mobil merah itu. Atau mobil silver, yang mana aja, lah. Pasrah kok akutu… . Hasil foto pertama, aku ternyata jalan sambil… merem. Yha. Terpaksa ulang. Pose lagi. Pasang muke cool lagi padahal setengah mati tahan ketawa. Si Erza cekrak cekrek kamera. . “Nih. Liat dulu.” Aku menghampirinya dan memeriksa hasil foto sambil cekikikan sementara ekspresi Erza seakan bilang, “lo minta ulang lagi gue cekek mati di sini.” Sebagai makhluk yang tau diri, aku langsung berterima kasih. “Wah ini kece, Za. Udah, kok…” “Ya udah ayo balik hotel! Kaki gue sakit banget!” Seharian itu dan hari sebelumnya, kami memang keliling Monte Carlo, site inspection properti kece mulai dari @hoteldeparismc sampai @casinosmontecarlo dan gedung operanya, dan hari sebelumnya kami berjalan kaki selama setengah jam lebih dari istana ke arah hotel, menyusuri kontur kota ini yang turun naik sampai kaki Erza kram (kakiku sih bahagia-bahagia saja ya wkwkwk) . Jadi, karena tak ingin menyusahkan orang ini, aku menjawab, “Tapi di situ ada mobil biru tua … FOTOIN YAAAA…Kali ini sambil duduk, kok!” WKWKWKWKWKWKWK. Terpaksa, sobatku menuruti keinginan hamba yang berpikir, “mumpung di #MonteCarlo, kalau mau alay ya sekalian aja iya gak sih wkwk wkwk wkwk!” . Cekrak cekrek jeprat jepret, akhirnya sesi foto yang menyenangkan (buat aku, bukan buat Erza) selesai juga. Kami kembali ke hotel untuk siap-siap makan malam. . “Lo gak mau, Za?” “NGGAK!!” Wow, dia ngegas gak pake rem, sodara-sodara~ wkwkwk. Ya udah yang penting aku sudah berbaik hati menawarkannya untuk alay bersama. Perkara dia nggak mau ya derita dia. . Sekarang numpang foto dulu, mana tau di masa depan bisa beli cash tanpa khawatir sisa duit di rekening ada berapa. Ada aamiiinnn? 🥰😆🤣 . #maunyacrazyrichasian #ternyatacrazynyadoang #aMrazingMonaco #mymontecarlo

A post shared by Alexander Thian (@amrazing) on

  • Ario Pratomo (@sheggario); mas satu ini saya langsung follow begitu saya lihat cuitannya tentang podcast. Kebetulan saat itu saya masih maju mundur mau bikin podcast atau nggak, eh lihat mas Ario di twitter. Dengerin semua seri podcastnya, langsung follow di IG juga.
  • Mada Riyanhadi (@madariyanhadi); sekitar sebulan yang lalu ketemu face to face, di salah satu acara di almamater kampus. Sebelum itu saya memang sudah follow mas Mada sih, apalagi kalau bukan karena #madewithstories-nya yang super insightful. Belakangan, pembahasan yang diangkat baik di twitter ataupun instagram juga asyik, kok!
  • Rezha Sahhilny Amran (@amranrezha); bapak satu ini, saya gak sengaja ketemu saat lagi scrolling di LinkedIn. Beliau pernah nulis di blognya, ‘how to build personal branding’. Saya langsung memutuskan untuk follow, ketika saya baca blognya dan saya merasa “wah ini cara nulisnya enak dan gampang dipahami, nih!”. Dibalik profesinya yang ‘kantoran banget’, beliau sering juga sharing soal content di IG.

View this post on Instagram

Kreatifitas lekat banget sama perusahaan swasta, pekerja seni, desainer, fotografer, filmmaker dan lain-lain, dan para birokrat identik sama kekakuan, rigiditas nan feodal. Habis #ngobroldigital sama temen-temen dari berbagai lini government se-Jogja, lagi-lagi how to optimize their digital assets, dan salah satu problem mereka adalah bikin environment-nya melek digital. Bidang digital, akrab banget sama yang namanya kreatif, dan ide kreatif itu muncul dengan banyak diskusi dan berpikir dari berbagai arah, termasuk ide dari bawah. Udah ga zamannya lagi semuanya harus ditentukan dari atas, ruang untuk kreatif itu bisa dan harus dibikin. Ki Hajar Dewantara said: Setiap Orang adalah Guru, dan Setiap Tempat adalah Sekolah. Bisa kok dari birokrasi berubah jadi #birokreatif, birokrasi yang kerja kreatif, menciptakan ide-ide besar dan solutif. Use Creativity to change Society. #ngontenpositif #karyapositifku #atthemof

A post shared by rezha sahhilny amran (@amranrezha) on

  • TirtoID (@tirtoid); mungkin satu-satunya portal berita yang saya follow. Mudah dimengerti karena sering buat infografis menarik dan informatif, kontennya juga menurut saya gak menggulirkan opini untuk lebih condong ke kubu politik manapun.
  • Nucha Bachri (@nuchabachri); langsung jatuh hati dengan suaranya dan pendapatnya soal pernikahan sekaligus parenting ketika denger podcast #CurhatBaBu bareng suaminya, mas Ario (lihat poin kedua). Potret seorang ibu dengan dua anak perempuan yang menurut saya millenials sekali, tapi juga gak sampai yang terlalu ‘wah’ dalam parenting.
  • Nita Sellya (@nitasellya); kepincut follow ketika direkomendasikan sama koh Alex. Diluar itu, teh Nit ini sering bahas soal pernikahan/relationship, trip-trip asyik, gaya berpakaian, dan lainnya. Saya suka banget kesederhanaannya teh Nit. Gak ada yang dibuat-buat, ketika difoto ataupun kesehariannya.

View this post on Instagram

Too much positivity can be exhausting too. Pernah ngerasa gitu gak sih? 😂 Lagi mau cemberut disuruh senyum, mau sedih disuruh bersyukur, mau marah disuruh bahagia. . . Kalau kata Katelyn Tarver di lagu "You Don't Know": So let me just give up. So let me just let go. If this isn't good for me, well, I don't wanna know. Let me just stop trying. Let me just stop fighting. I don't want your good advice or reasons why I'm alright. You don't know what it's like. . . . Semua emosi, dalam porsi yang tidak berlebihan, itu baik. Coba nonton Inside Out. Jaman Joy belum bersahabat sama Sadness, gengges banget dia. Dan sebaliknya. Ketika semua emosi menemukan kerjasama dan porsinya masing-masing, jadi lebih menyenangkan kan. Terima aja, dan kalau mau ya temukan cara agar semua emosi menghasilkan hal baik dan tidak merusak. . . . Jangan lupa bahagia ya #lahnyuruh

A post shared by Travel Blogger (@nitasellya) on

  • Falla Adinda (@adindafala); seorang dokter dengan kepolosannya dalam beropini. Gak ada yang disugarcoat-in. A working mom with a son yang dengan kesehariannya aja bisa tetap menyemangati netizen untuk berolahraga. Visually pleased; walau lebih keliatan karakternya ketika di twitter.
  • Fellexandro Ruby (@fellexandro); saya sebelumnya gak menemukan akun mas Ruby ini dengan sendirinya. Gara-gara dengerin podcastnya bareng mas Ario juga, saya akhirnya follow mas Ruby. Melihat-lihat (lebih tepatnya kepo) tentang highlightsnya. Kemudian nyesel gak follow dari dulu, hahaha! Sering sharing soal kehidupan, yang banyak ‘nampol’nya juga.

View this post on Instagram

Warning, this post will get quite personal. ❌ _ Tepat seminggu setelah Thirty Days of Lunch #10 mengudara. So many things happened. Dengan cepat, episode duit ini melejit jadi salah satu yg paling banyak didengar. Muncul ratusan DM, mention, sampai kita sempat bertengger di popular podcast Spotify & Apple. _ Tapi bukan soal populer buat gua, that’s not the main goal. That means, banyak banget dari lo semua yang dengerin, share dan akhirnya lebih banyak lagi yg melek tentang duit & how it works. _ Ada yang DM dan bilang mereka akhirnya bikin janji dengan advisor Jouska. Ada yang tadinya short term thinking when it comes to money, sekarang mulai punya pemikiran yang lebih generasional. Mikirin untuk gak nurunin Sandwich Generation ke anaknya. You can’t see it, but I’m smiling ear to ear everytime I hear that. Happy for you guys yg take action untuk bikin kondisi keuangan kalian lebih baik, lebih berdaya. Ujungnya, niscaya baik jg buat 🇮🇩 _ Money used to be an issue for me growing up. Gua harus juara kelas dari SD – SMA, supaya dapet beasiswa jadi bisa meringankan beban biaya bulanan keluarga. Gua, salah dua dari 30an temen” kelas waktu kuliah yg bawa motor bebek, while the rest got a car or better yet, a car with a driver. Dan banyak lg perjuangan lain. That’s why money is personal to me. Gua ga mau lg berada di posisi yang sama & gua ga mau lo semua harus ngelaluin itu jg. Ga enak sumpah. So, mumpung masih 20an, 30an, masih seger, masih semangat, masih bisa belajar hal baru, do something about it. _ Thank you semua yg uda share ke temen-temennya tentang podcast ini. You never know, it might save them a year from now. _ Thanks to @aakarabyasa for enlightening us. The candid convo. You rock, bro! And @sheggario, couldn’t ask for a better co-host. Right??? … Exactly 😁🤣 #insiderjoke _ #belajarberkaryaberbagi #podcast #podcasterindonesia #podcastindonesia #thirtydaysoflunch #financialadvisor #keuangan #yuknabungsaham #belajarsaham #financialfreedom

A post shared by Fellexandro Ruby (@fellexandro) on

  • 9gag (@9gag ); gak asyik ya, setelah sembilan akun di atas keren-keren, terakhir saya malah tulis 9gag. Nyesel? Sudah kehabisan akun bagus? Oh tentu tidak. 9gag ini sumber kebahagiaan alami sesungguhnya. Saya kenal 9gag sudah lama, dan selalu terhibur. Sudahlah follow saja, agar ke-receh-anmu tidak hanya sebatas Indonesia 🙂

Setelah saya bebersih following, dan follow beberapa akun berfaedah (seperti sepuluh akun yang sudah saya ceritakan ini), saya jadi makin nyaman main instagram. Gak ada tuh perasaan negatif yang dulu saya rasakan. Gak ada juga alasan FoMO atau menghabiskan waktu hanya untuk scroll halaman explore IG. Yang ada saya malah jadi semangat berkarya, entah itu dalam platform blog, podcast, maupun keseharian pekerjaan saya. Penting juga ternyata bebersih following IG! 😉

a wife, Mon-Sat office worker.
3 comments
  1. Saya juga suka sama Instagramnya @nuchabachri awal tau dia karena perjuangan , dgn suaminya utk punya anak, keren sekali 🙂 btw salam kenal ya mba

    1. Betul mba, saya awalnya pengikutnya mas Ario sih, terus baca-baca blognya tentang TTC Journey-nya, malah jadi penasaran sama mba Nucha! 😀
      Salam kenal juga mba 🙂

  2. […] Setelah puas menelaah instagrammer favorit kemarin, sekarang kita beralih membahas siapa sih youtuber favorit saya? Sejujurnya, I’m not into youtube so much. Bahkan, kuota youtube 10GB setiap bulannya yang disediakan provider saya, gak pernah habis. Paling hanya terpakai setengahnya. Lho kok? Karena saya nonton youtube biasanya hanya saat senggaaaang banget. Selebihnya, paling banyak kuota terpakai untuk WhatsApp, Instagram, Twitter, dan WordPress But hey I still have some favorite channel on youtube, lho! […]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *