Day20 – What to do in holiday? (#BPN30dayBlogChallenge)

Whoa tidak terasa sudah dua puluh hari saya rajin mengisi blog. Ternyata begini ya rasanya menjadi disiplin 🙂

Anyway balik lagi ke tema hari ini tentang apa yang dilakukan di hari libur. Lha macem-macem nih jawabannya, sebenarnya dilihat dan ditelisik maksud dibalik hari libur terlebih dahulu. Halah dasar ditanya satu pertanyaan aja jawabnya kemana-mana.

Libur karena mengambil jatah cuti tahunan.

Nah ini libur paling ideal dan indah. Kenapa? Karena kalau di kantor saya, yang seperti ini hukumnya HAK. Tidak mengurangi pendapatan apapun; malah kan memang diberikan ya dalam satu tahun ada dua belas hari nih jatah cuti tahunannya. Sesungguhnya apabila pengambilan cuti ini sudah dari jauh-jauh hari, berarti memang sudah memiliki rencana untuk menghabiskan liburan tersebut. Bisa jadi sudah pesan tiket ke luar kota, sudah mengantongi voucher hotel untuk staycation, atau sudah ada acara dengan pihak tertentu. Jadi ya memang ada alasannya, gitu. Alangkah lebih indah apabila saat hari pengambilan cuti ini, tabungan untuk jalan-jalan, makan dan sebagainya sudah tersedia juga. Ciamik!

Libur karena mendapat tanggal merah dari pemerintah.

Ini ya, maksudnya adalah hari-hari yang akhirnya dijadikan hari libur nasional oleh pemerintah, dan akhirnya dapet libur juga. Biasanya, sebagai pekerja enam hari dalam satu minggu, jatah libur seperti ini tidak lain tidak bukan dihabiskan untuk beristirahat di rumah saja. Alias bahasa lainnya glundang glundung atau tiduran sampai bosan. Serius, deh. Saya malah jarang memiliki rencana bepergian ketika libur tanggal merah begini. Kecuali memang tanggal merahnya di hari Senin, atau Selasa, sehingga bisa ditambah cuti pribadi jadi lebih panjang liburannya. Kebetulan lagi, saya dan mas sesungguhnya orang rumahan banget kok. Asal ada kuota, makanan, dan cuaca adem, kami betah banget deh pasti di rumah. Namun kalau salah satu aspek tersebut tidak bisa dipenuhi, ya akhirnya kami jalan-jalan keluar rumah deh. Bisa ke mall/pusat perbelanjaan, atau sekadar muter-muter jalanan kota menggunakan motor.

Libur karena… ya hari Minggu aja gitu.

Ketika tiba hari Minggu, biasanya pilihannya ada dua; masak-masak, nyuci, beberes di rumah dan tidak pergi kemana-mana, atau sekalian dibuat lelah badan untuk menghabiskan sisa gaji yang tidak seberapa itu. Sebenarnya we’ll just cherish the Sunday and stay at home sih sekarang seringnya. Agak ngeri-ngeri sedep kalo keluar rumah dan jadi lapar mata. Nyuci baju, jemurin, setrika, belanja ke pasar, masak-masak menu yang selama ini hanya disimpan, dan beberes rumah itu optional; dilakukan hanya ketika ingin saja 😀

You might call me gak asik atau lainnya, tapi sebenarnya memang itu-itu saja kegiatan saya di hari libur. That’s why saya di 2019 ingin lebih berfaedah lagi hari liburnya, dengan komunitas atau agenda-agenda workshop lainnya. Menurut saya dan mas suam, kalau mau makan di luar rumah, atau belanja ini itu, gak perlu nunggu libur sih, bisa saja di hari kerja juga. Kalau kalian? 🙂

a wife, Mon-Sat office worker.

Menurut kamu?