Day22 – Blogger fulltime or part-time? (#BPN30dayBlogChallenge)

Wah, menarik nih untuk diulik.

Saat ini saya masih terdaftar sebagai seorang karyawan tetap dari sebuah perusahaan swasta yang bergerak di bidang jasa di Bantul, Yogyakarta. Saya bekerja selama enam hari dalam satu minggu. Tentu saja, hari istirahat saya satu-satunya adalah hari Minggu.

Udah tuh yah prolognya, latar belakangnya saya adalah seperti itu. Kalau ditanya “kok masih kerja kantoran sih? Enam hari kerja pula!” Saya akan menjawab, ya. Karena saya masih ada tagihan yang harus dibayar. Ya, karena saya menyukai apa yang saya kerjakan, serta lingkungan di belakang pekerjaan itu. Bukankah jaman now kita harus realistis? 🙂

Lantas, kenapa ngeblog dan seolah ngoyo banget nih ngeblognya? Saudara-saudara, apakah tahu yang namanya hobi? Yang namanya hal yang dilakukan ketika sedang ada waktu luang? Nah, bagi saya, ngeblog adalah pelepasan penat saya setelah enam hari bekerja di kantor. Apakah konsisten selama setiap minggunya ada tulisan baru? Belum tentu. Sesuai mood dan apakah ada tema yang harus dibahas.

Kalau saya ditanya inginnya jadi blogger yang fulltime atau part-time seperti sekarang ini, saya tentunya lebih memilih menjadi blogger fulltime.

Lha tadi katanya masih realistis dan butuh bayar tagihan? Hellow, siapa bilang dengan menjadi blogger fulltime saya tidak bisa membayar tagihan? Banyak kok blogger sukses lain di dunia saya yang bahkan bisa sampai ke luar negeri karena jobnya, membuat buku, membuat skenario film, dan lainnya. Itu semua diawali dari menjadi seorang blogger. Hebat kan?

Yang namanya rejeki, Tuhan sudah atur, kok. Dimana ada keraguan, berarti ada ketidak percayaan dengan garis yang sudah ditakdirkan Tuhan.

No, saya bukan orang yang gila passion dalam berkarya ataupun bekerja. Akan tetapi, di era revolusi 4.0 ini, rasanya sekarang sudah serba baru. Banyak pekerjaan-pekerjaan baru yang kita baru sadar dan baru ada saat kita sudah berenak-enak bekerja di kantor. Pekerjaan seperti Copywriter, Social Media Analyst, Digital Marketing Researcher, dan sebagainya itu kan baru muncul belakangan ini. Dan saat ini, banyak pekerja-pekerja yang sudah tidak harus duduk di kantor pada jam tertentu. Mereka bisa banget kerja via Skype, kerja dimana saja dan kapan saja mereka mau, yang penting kerjaannya selesai. Bisa lho, gak usah kaget gitu.

Ada satu keinginan di dalam hati saya; kalau memang Tuhan mengizinkan, saya ingin bisa menjadi blogger fulltime. Dengan segala tantangan jaman now yang makin gila, bukan tidak mungkin kalau saya masih ingin belajar di setiap harinya. Belajar SEO, belajar copywriting, belajar penulisan yang baik dan bagaimana mendeliver maksud yang ada, dan lainnya. Belajar yang gak harus datang ke sebuah lembaga, bayar di awal, dan mendapat sertifikat akhirnya. Belajar yang bisa dilakukan di mana saja, via smartphone ataupun laptop, tapi ilmunya bisa langsung terpakai.

Tapi saat ini, yha dilakoni dulu lah konsistensi jadi blogger part-timenya 🙂

a wife, Mon-Sat office worker.
2 comments
  1. Yups, hidup itu harus realistis dan optimis. Namanya hobi ngeblog/nulis pasti bikin happy donk meski orang lain lihatnya ngoyo. Sama kayak orang lain yg ngoyo banget naik gunung bawa tas besar, apa nggak capek? Ternyata itu hobi mereka dan mereka menikmatinya. Salam dari Bantul-Yogyakarta juga

    1. Yup, kadang hobi dibilang gak masuk akal sama beberapa orang; tapi as long as it is positive and make people happy, syukur2 jadi rejeki, why not? 🙂
      Salam kenal juga mba 🙂

Menurut kamu?