Day23 – Regret (#BPN30dayBlogChallenge)

Asli asli, di hari ke dua puluh tiga, which means sudah minggu-minggu terakhir nulis rutin gini, temanya mendadak bikin galau sejuta umat. Ya gimana nggak, penyesalan gituh. Kan jadi harus membuka masa lalu lagi nih, mengingat hal yang disesali, menceritakan, jadi terbayang..

But anyway, I am happy to do that. Disamping karena saya Cancer sehingga agak susah move on, tapi juga karena saya jadi bisa melihat apa yang bisa saya pelajari dari penyesalan tersebut.

Saat ini, saya cukup menyesal karena saya tidak bisa nyemplung ke dunia kreatif seperti apa yang teman-teman saya sudah rasakan. Lho maksudnya? Iya, melihat jaman saat ini, banyak sekali teman-teman saya yang sudah banyak menjadi kreator, maupun terjun ke dunia kreatif dengan secara sengaja maupun tidak. Mereka yang tidak harus menjadi karyawan kantoran, tapi tetap bisa memiliki pendapatan yang setara dengan pekerja kantoran. Yang link-nya sudah kemana-mana, sehingga tidak merasa kesulitan ketika ada project dadakan.

Sewaktu kuliah dahulu, saya tipe mahasiswa yang kupu-kupu.

Eits, bukan kupu-kupu malam lho, jauuuh dari kata-kata tersebut. Kupu-kupu disini maksudnya adalah Kuliah Pulang – Kuliah Pulang. Setelah selesai kuliah, saya otomatis langsung pulang ke kosan. Sampai di kosan, yasudah saya paling nonton film lah, atau ngerjain tugas lah, atau tidur. Asli deh rutinitasnya sangat kurang produktif banget dibanding millenials jaman now.

Saat saya ngobrol dengan teman-teman yang di dunia kreatif, saya baru tahu ternyata mereka sudah membangun personal branding dari dulu.

Yep, mereka mayoritas punya akun-akun sosial media, bukan hanya untuk gegayaan. Tapi untuk ajang membangun personal branding. Mengenalkan ke khalayak, apa yang menjadi daya jual dari mereka sendiri. Mengumpulkan dan memamerkan portofolio dari skill mereka. Dan tidak hanya itu, mereka juga sudah mulai membuat hasil karya. Sedangkan saya, hasil karya macam apa coba? Hiks

Waktu luang bagi mereka, adalah kesempatan untuk mengambil peluang sebanyak-banyaknya.

Entah itu gaul atau menyambangi tempat-tempat yang memang banyak relasinya, atau membuat karya dari skill yang dimiliki, sampai menggodok agenda personal branding mereka. Jaman saya kuliah, paling banter dan pol adalah mahasiswa yang sudah memiliki usaha sendiri, mahasiswa yang rela mengambil pekerjaan part time, atau yang memiliki pengalaman organisasi yang banyak. Memang organisasi perlu, tapi ketika sudah bisa berelasi dengan baik, nyatanya pengalaman leadership atau organisasi juga gak jauh beda ternyata.

Memang saya dulu sempat mengikuti beberapa organisasi, tapi ya sampai situ saja. Gak ada action lebihnya. Ujug-ujug sekarang, di tahun 2018 akhir, saya terkaget-kaget atas prestasi teman-teman saya yang sungguhlah cemerlang di bidang kreatif; sementara saya seolah baru melek dengan itu semua. Tapi ya, tapi.. gak ada kata terlambat untuk memulai dan belajar, kok. Makannya saya lagi semangat-semangatnya untuk belajar, nih. Yuk aminkan! 🙂

3 Replies to “Day23 – Regret (#BPN30dayBlogChallenge)”

  1. Dunia kreatif itu seperti apa mbak? Apalah blogger, youtuber atau instagramer?

    1. Macam-macam sih, mbak. Menurut saya yang saat ini sedang bersinar kan anak-anak muda yang wora wiri di dunia kreatif.
      Bisa dari blog, lantas merambah ke YouTube atau Instagram. Mereka yang bisa menjadi sedikit lebih beda, dan akhirnya punya skill yang terpakai.

      Dalam konteks saya, mungkin mencakup ketiganya, ya. Saya lihat banyak anak muda di sekitar saya yang sudah lebih jauh bersinar karena kerja kreatifnya, soalnya.

  2. […] Setelah sukses membuat baper dari tema di hari kemarin, eh kali ini diminta menjabarkan hal yang belum kesampaian. Weits, tapi mari kita jadikan pengingat dan cambuk bersama, agar berjuang bersama-sama untuk mewujudkannya. Agar keinginan, tidak berhenti sampai kata keinginan belaka. Tapi menjadi sebuah perwujudan. Yuks! […]

Tinggalkan Balasan