Day27 – Simplicity of Happiness (#BPN30dayBlogChallenge)

Banyak banget pepatah yang bilang, bahagia itu sederhana. Tapi sebenernya se-sederhana apa sih? Menurut setiap orang pasti berbeda tingkat ‘sederhana’nya. Semacam restoran padang yang namanya sederhana tapi tidak di kantong. Eh apa sih ini, hahaha! Menurut saya, beberapa hal sederhana yang membuat saya bahagia adalah:

1.     Berbagi

Kalau kata mas suam, dengan melihat orang lain bahagia, bisa menular rasa bahagianya. Kalau menurut saya, dengan berbagi, jadi merasa bahagia. Dulu kan ya, kalau punya satu makanan, mau dibagi ke adik atau mama papa rasanya gak ikhlas banget. Pengalaman jadi anak tunggal selama empat belas tahun, gak bisa bohong deh. Masih banyak perlu belajar berbagi. Sampai akhirnya merasa damai dan bahagia sendiri, kalau beli apa-apa gak ngelupain keluarga. Beli kue, inget mama, inget adik. Beli pulsa, inget papa. Gajian, inget hutang (eh!). Pokoknya semua berubah saat saya mau merubah mindset; bahwa berbagi bukan mengurangi, tapi menambah. Salah satunya menambah doa dan kebahagiaan.

2.     Bernyanyi

Saya termasuk banci karaoke; suka banget nyanyi-nyanyi dengan cara nyamber lagu tanpa diminta. Sedih nih akhir-akhir ini gak ada yang ngajakin karokean 🙁 Nah sebagai sahabat karoke, saya melampiaskan emosi dengan cara bernyanyi. Kalau berangkat atau pulang kantor sendirian dan pakai motor, kan jaraknya sekitar 7-9 km nih, daripada sepi, saya pasti nyanyi-nyanyi. Entah lagu apa yang terputar, mellow atau semangat, saya nyanyikan. Ringan lho gak kepikiran yang berat-berat kalau di jalan. Begitu pun kalau lagi ngerjain laporan bulanan atau tahunan kantor yang isinya angka-angka dalam format excel, dibawa nyanyi aja bahagia deh rasanya. Walau entah gimana ya suaranya~

3.     Makan

Nah, kebiasaan selanjutnya adalah what makes me stronger. Haha! Sejujurnya ya saya hobi makan juga. Apalagi makan yang enak semacam sate padang, martabak, nyam. Kalau sedih atau gak karuan rasanya, marah atau kecewa, pilihan saya sih ya makan enak. Apalagi kalau habis ngerjain tugas kantor yang ribet, rasanya pulang pengen memanjakan diri sendiri dengan makanan yang oishii. Ada yang gitu juga gak sih? Jangan-jangan ini keanehan saya aja 😀

4.     Tidur Cukup

Entah mengapa rasanya kok komponen kebahagiaan saya standar sekali ya. Saya bukan tipe orang yang suka tidur siang, sih. Malah susah kalau disuruh tidur siang. Tapi tidur malam jam sembilanan adalah koentji jika ingin metabolisme normal. Sesuatu yang seringnya sebulanan ini saya abaikan karena pengen kejar setoran tulisan. Ahahaha gak deeng, malah jadi minta excuse ya. Dengan tidur malam yang cukup, siangnya gak ada acara menguap-menguap manja, jadi semangat mau diajak kemana aja atau ngerjain tugas apa saja.

5.     SEHAT!

Selain mahal, sehat juga membuat bahagia. Sedih kan kalau lihat pemandangan di rumah sakit? Maka dari itu, dijaga lah badan agar senantiasa sehat. Saya ini, tiga hari-an ini sedang flu berat. Diawali dari radang tenggorokan, lanjut ke batuk berdahak dan pilek. Sedih rasanya gak bisa ngantor barang sehari, gak bisa menikmati makanan bermicin, dan gak bisa mencium niqmatnya wangi masakan. Sebuah teguran agar jangan pernah lengah dengan kesehatan.

Kiranya komponen kebahagiaan saya adalah lima hal di atas, cukup sederhana, tapi juga kadang susah diwujudkan. Kalau teman-teman, apa nih kira-kira komponen kebahagiaannya? Yuk jangan lupa bersyukur karena bisa melalui hari kemarin dengan bahagia! 😀

a wife, Mon-Sat office worker.
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *