Day3 – Why annpoet (dot) com? (#BPN30dayChallenge2018)

To get a catchy phrase for my name is something I’ve been thinking from before.

Maklum nama saya umum sekali, cenderung pasaran malahan πŸ˜€

Annisa, saya merasa nama itu terlalu girly. Saya pribadi tidak merasa girly, lho πŸ˜€ Sedangkan Putri, nama yang sangaaaaaat umum. Disitulah tantangan saya, gimana cara mencari nama yang berbeda dari yang umum lainnya. Katanya kan dare to be different, ya gak?

Entah sejak kapan pastinya, saya akhirnya mencoba menyingkat nama sendiri. Sepertinya sih dari SD πŸ˜€ Tadinya dari mulai Annput, Annri (malah kaya lembaga Arsip :P). Tapi saya masih kurang sreg. Sedangkan sepupu banyak memangil saya dengan sebutan Poetry, jauh sebelum saya mengetahui kalau ternyata Poetry artinya adalah puisi dalam bahasa Inggris. Akhirnya saya putuskan, yasudahlah AnnPoet saja, toh singkatan nama dan juga saya tulis di alfalink (kamus elektronik masa lampau jauh sebelum google translate) artinya adalah sebuah puisi. Such a beautiful meaning, isn’t it?

Nama Annpoet itu akhirnya baru saya pakai ketika saya membuat akun-akun sosial media.

Rasanya frasa itu lebih catchy dan enak, saat itu saya belum belajar mengenai personal branding sama sekali. Kebetulan, untuk facebook dan twitter, masih available dengan nama itu. Saya memang termasuk terlambat main instagram, sehingga later on saya mengetahui nama itu sudah gak available πŸ™ Jadilah saya memberi satu karakter untuk membedakannya. Hiks. Tapi alhamdulilah, saat ini beberapa major akun saya menggunakan username annpoet πŸ˜€ Jadi keuntungannya saat digoogling, β€˜annpoet’ banyakan berisi tentang…. data saya! πŸ˜€ Menguntungkan untuk personal branding πŸ˜‰

Saya sudah ngebet punya domain sedari punya blog pribadi di Wix.com dahulu. Tapi kok rasanya ribet dan mahal; karena belum punya kartu kredit dan gak tahu cara pakai paypal. Sudah ngecek dimana-mana, domain annpoet (dot) com itu available. Duh, rasanya deg-degan takut ada yang beli duluan. Pindah ke wordpress.com, konsisten menggunakan domain annpoet. Jadi ya lumayan lah ya, seenggaknya sudah ada embel-embel annpoetnya walau belum dimiliki seutuhnya domain tersebut. Awal tahun saya mencoba peruntungan mendaftar kartu kredit, yang later on saya tahu ditolak pengajuannya, hiks. Tambah bingung gimana cara memiliki si annpoet (dot) com tersebut.

Akhirnya berbekal akun twitter, saya ketemu sama mas Fajri, yang dengan senang hati berbagi ilmu cara membuat website sendiri. Saya mention-mentionan sama beliau saja, konsultasi gratis kan.. dan beliau mengabarkan ada penyedia jasa Hosting dan Domain yang beliau percaya, saya diminta mengecek sendiri. Surprisingly, murah yha ternyata πŸ™ Kenapa gak dari dulu kenalannya, apa emang saya yang kudet ya πŸ˜€ Gaji bulan berikutnya, saya langsung belanja Domain dan Hostingnya. Proses pindahan sendiri (dan sekarang postingan lamanya masih kacau tampilannya), akhirya saya jadi resmi memiliki seutuhnya domain annpoet (dot) com! Uuuuh bahagianya tak terkira.. makannya harusnya jangan sampai sepi nih blognya πŸ˜€

Saya juga sedang berbenah perkara personal branding saya, semoga makin bisa belajar lebih baik lagi πŸ™‚

a wife, Mon-Sat office worker.
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *