Day6 – Five Facts About Me! (#BPN30dayChallenge2018)

Nah rasanya apabila membicarakan diri sendiri, lebih mudah ya menulisnya! Hahaha 😀 Menurutku tema di hari ke enam ini mirip pertanyaan saat wawancara kerja biasanya 🙂 Okay langsung aja, berikut fakta tentang saya yang mungkin belum banyak diketahui khalayak. (((khalayak ya Allah halu sekali hamba)))

1.       Saya memang berbadan gemuk sedari kecil

mini annpoet
silahkan tebak saya yang mana 😀

Nah bagi para kepoers yang merasa ingin menggurui saya dengan jutaan program dietnya, well wish you luck! Mohon maap bukan gimana-gimana nih ya, tapi saya memang bertubuh gemuk sedari kecil. Well, by kecil I mean sekitar umur 5 tahun lah ya.. Sebelum umur lima itu, saya tumbuh sebagai balita yang kurus, bahkan konon kabarnya ada rekan-rekan mama papa yang gak nyangka saya adalah anaknya; karena mama papa berbadan besar. Di usia lima tahun (sekitar) tersebut, saya didiagnosa memiliki amandel yang bandel. Sering banget meradang, dan susah meredakannya. Setidaknya sebulan sekali saya apel ke dokter Spesialis Anak, untuk mendapatkan obat dan perawatan yang sama. Hingga akhirnya di usia ke enam, dokter meminta saya dan keluarga untuk setuju agar mengoperasi amandel bandel tersebut. Alhasil, sedari umur enam tahun-an hingga saat ini, saya tidak punya amandel lagi 😀 Bagi yang tanya apakah efeknya ke anak, efeknya menurut saya adalah anak jadi doyan makan karena sudah tidak ada pantangan makanan atau minuman. Setelah sebelumnya saya gak doyan es krim, cokelat, makanan ringan ekstrudat, permen, pasca operasi saya malah suka banget makanan tersebut. Terbukti hingga kini, saya hampir gak pernah absen beli makanan ringan untuk bekal bekerja. Well, now you know gimana akhirnya saya tumbuh dengan badan gemuk. Selain hal tersebut, keluarga besar memang memiliki kecenderungan berbadan gemuk. Tapi apakah saya menyesal? Tentu tidak. Di bully dan dihujat juga pernah, diet ketat juga pernah, tapi saat ini saya memilih hidup sehat (atau at least berusaha menjalani hidup lebih sehat dari biasanya) tanpa menghiraukan bentuk badan. YES YOU GO GIRL!

2.       Saya setia pada menu makanan, selalu hemat lauk, dan tidak bisa makan pakai tangan langsung

Seiring dengan poin pertama, saya dikenal sebagai orang yang setia pada menu makanan. Saya tidak ragu makan nasi goreng setiap hari, ayam goreng selama tiga hari berturut-turut; selama saya pikir itu enak dan layak untuk dimakan lagi. Hal ini yang membuat mama saya gak ribet kalau mau masak untuk saya, dari kecil pun. Jadi, gak ada ceritanya ditanya mau makan apa dan menjawab terserah kemudian pada akhirnya tidak suka dengan masakan yang dimasak mama. But, sebagai seorang cewek dan isteri, kadang dianggap menyebalkan juga sih karena kalau ditanya makan apa jawabnya terserah. Hahaha se-pasrah itu saya sih diajak makan! Selain itu, saya juga merupakan orang yang hemat lauk saat menyantap makanan. Lebih jauh boros di nasi, apalagi kalau lauknya enak. Mhihihi carbo is lyfe.. Ditambah, saya akan jadi orang yang memalukan apabila diajak makan lesehan di pinggir jalan. Hal itu karena saya gak bisa makan pakai tangan langsung. Gak ngerti caranya kaya apa, dan bisa langsung berantakan kemana-mana kalau saya mencoba. Pokoknya saya anak sendok garpu selamanyaa!

3.       Saya cerewet gak ada obatnya

Ini mungkin sudah tercermin apabila ada yang rajin mendengarkan podcast saya (emang ada?!) atau juga rajin sekrol di blog saya (apalagi inii). Saya aslinya cerewet banget! Saya sadari itu, seratus persen. Walau kalau di keramaian baru, misal saat ikut workshop atau seminar sendiri, saya bisa jadi pribadi yang dieeeem banget; percayalah itu semua hanya pencitraan saya dari depan. Coba diamati satu jam, lanjut lagi, mana bisa saya diem gitu terus? 😀 Atau tanyalah suami yang mungkin sudah kebal mendengarkan ceramah saya soal put everything on its place, atau soal pentingnya memulai aktivitas dari pagi hari.

4.       Saya akan selalu sensitif apabila membicarakan mengenai keluarga

Hal ini disadari oleh HRD saya di perusahaan terdahulu. Menurutnya, I got issues on family; everytime we tried to talk about family, my tears always come. Dari pernyataan itu, saya menyadari kalau keluarga adalah hal yang paling membuat saya sesak. Alhamdulillah I blessed by my full family support, but what we have done and passed before, always make me sad. Kalau ada yang iseng-iseng kepo dari postingan saya dahulu, mungkin kiranya tau kenapa 🙂

5.       Saya selalu siap untuk belajar hal-hal baru

Saya masih berusaha untuk belajar bahasa Perancis agar bisa berkomunikasi cas cis cus dengan bos. Saya gak berhenti belajar soal personal branding dan alogaritma instagram. Saya penasaran bagaimana cara kerja ; sebuah website. Saya selalu pengen tau apa yang terjadi di dunia luar saya, walau waktu luang saya sempit. Saya akan belajar untuk menghargai apa yang saya miliki, baik maupun buruknya sifat saya; karena inilah saya 🙂

a wife, Mon-Sat office worker.

Menurut kamu?