Day7 – Favorite Places to Eat (#BPN30DayChallenge2018)

Sebagai penyuka makan dan ngemil, dan secara sudah delapan tahun tinggal di Jogja, saya mau menyampaikan lima tempat makan yang jadi favorit saya. Tempat makan ini menjadi one time hit favorite saya; maksudnya kapanpun saya lapar atau pengen makan, saya langsung pilih tempat-tempat ini. Semudah itu 😉 Ini nih listnya, kira-kira sebenarnya sih mayoritas daerah utara Jogja atau sekitaran UGM, hehehe 😀

1.       Sate Cak Amat/Cak Adam (Jalan Persatuan, di sebelah Tora-Tora Japanese Food)

Sate Cak Amat ini banyak sekali sebenarnya; tapi yang di perempatan MM UGM ini favorit saya. Soalnya tempat ngedate pertama kali saya dan si mas suam 😀 Tapi diluar itu, sebenarnya saya sudah suka tempat itu. Rasa satenya orisinil, dan harganya mahasiswa pocket friendly banget pokoknya. Selain sate ayam, disini juga menyediakan sate kambing dan gulai kambing. Sate kambingnya oke bangets, saya yang gak doyan masakan kambing, kalau makan sate kambing disini bisa nambah 😀 Tapi kalau gulainya, saya kurang paham karena saya gak doyan. Disediakan juga pilihan karbo lontong atau nasi putih.

2.       Nagoya Ramen Fusion (Jalan Sultan Agung dan sebelah Ruang Kerja cafe, dekat jembatan Sardjito UGM)

Sebenarnya saya dan mas suam lebih suka yang cabang Sultan Agung; soalnya lebih luas tempatnya, plus jarang kehabisan menu. FYI resto Jepang ini juga harganya sangat manusiawi, lho! Mereka menjual ramen, udon, sushi, okonomiyaki, dan takoyaki. Nasi katsu dan kare gitu juga ada, kok. Memang jangan bayangkan rasanya otentik Jepang, ya. Karena rasanya jauh sudah dimodifikasi agar sesuai dengan lidah masyarakat Indonesia. But still, kalo lagi hujan-hujan pengennya nyeruput kuah ramen pedas, slurrrppp…

3.       Ayam Bakar Pak Yanto, belakang telkom

ayam bakar pak Yanto

Kedai ini harusnya sudah terkenal oleh banyak kalangan, sih. Secara, mereka buka jam 6 sore, dan jam 7 sore biasanya sudah ludes 😀 Hahaha iya se enak itu. Awalnya apatis, karena tempat makannya juga sedikit, tapi sekali nyoba ternyata bukan main! Ayamnya empuk parah, ditambah kremes yang mereka kasih, plus sambel bawang yang bikin merem melek! Silahkan deh dicoba aja sendiri. Kalau mager, bisa pesan pakai ojek daring juga, sih 🙂

4.       Soto Sop Khas Jawa Timur (Selokan mataram sebelah Fakultas Kehutanan UGM, warung tenda paling barat)

Satu dari sekian banyak kuliner sekitar UGM yang saya favoritkan. Di warung ini, hanya ada pilihan makanan soto dan sop. Kalau sop, ya bening gitu lah.. ada sayurannya juga, dan silahkan pilih mau daging ayam atau bagian lain. Kalau teman-teman pilih soto, which is my favorite, sotonya mirip soto Betawi; kuahnya pakai santan encer, ada empingnya, dan juga ada bihunnya sedikit. Satu porsi soto dan nasi, dibanderol tidak sampai sepuluh ribu rupiah. Biasanya sih saya tambah nasi lagi 😀

5.       Warung Nasi Goreng Cak Karso (masuk dari swalayan Gading Mas Jakal ke timur, sekitar 500 meter setelah jalan turunan, kiri jalan)

Warung ini pada awalnya spesialis nasgor aja, rasa nasgornya tuh mirip nasgor dok-dok; jadi kering tapi berbumbu banget. Sekarang sih selain nasgor, ada mie goreng, magelangan, capcay juga. Kesini dari mulai satu porsi harganya 7k sampai sekarang sekitar 12k. Bisa tambah nasi setengah porsi atau telur juga, dan ibu yang masak super baik banget. Jangan ngaku doyan nasgor kalau belum ke tempat ini!

Kalau ngomongin tempat makan, menurut saya mungkin akan sangat banyak listnya; tapi saat ini dan andalan saya sedari dahulu kala, ya lima tempat makan ini. Ada yang kaki lima, sampai restoran. Mengajak saya makan itu gak susah, karena saya percaya, makan itu kuncinya cuma satu: LAPAR. Jadi gak ada ceritanya kata-kata ‘lagi gak mood makan’. Yuk sini ke Jogja saya ajak makan-makan! 😀

a wife, Mon-Sat office worker.
1 comment
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *