#HiddenGem Food #2: Soto Sokaraja, Gudeg Terban, & Kedai Pak Kumis

Who’s excited for the next Hidden Gem?!

*krik krik

I guess no one 😀 anyway, this is my next food hidden gem! Akhirnya di jilid dua ini saya akan membahas makanan yang ada di daerah pusat kota sampai hampir ke UGM.

Check this out..

Soto Sokaraja Mandala Krida

Nah, ini yang sering ditanya sama teman-teman kalau saya posting makanan satu ini. Sokaraja merupakan sebuah daerah di dekat Purwokerto dan Banyumas. As far as I know, daerahnya cukup kecil. Tapi!!! Banyak banget kulinernya! Salah dua yang terkenal, ya ini; Soto (Sroto) Sokaraja dan Getuk Goreng.

Buat kalian yang merupakan anak kereta jarak jauh jaman dulu, mungkin akrab dengan pedagang asongan yang ada di stasiun Purwokerto “getuk goreng getuk goreng…asli silahkan coba“. Dulu, saat pedagang asongan bisa bebas masuk ke gerbong kereta, seringkali kita ditawarkan panganan ini. Sekarang, ketika sedang road trip melewati daerah Purwokerto atau Banyumas, mungkin lebih sering menemukan toko Getuk Goreng di pinggir jalan.

Kembali ke sotonya. Ada juga yang bilang ini Sroto, gak paham bedanya apa, mungkin hanya perbahasaannya, ya.. Untuk kali ini, saya yang mengenalkan panganan ini ke mas suam. dikarenakan saya yang kenal duluan. Beberapa orang merasa aneh karena soto Sokaraja ini memakai bumbu kacang. Tapi, bumbu kacangnya beda dari pecel atau gado-gado, ya.. Selain pakai bumbu kacang, soto ini juga memakai ketupat; bukan nasi sebagai karbohidratnya.

Alamat: Pinggir stadion Mandala Krida, sisi barat.

Jam Buka: 07.00 – 12.00 WIB

Harga: variatif, nanti saya lampirkan daftar menunya ajah 😀

Makanan: Soto Sokaraja, Ketoprak, Gulai

#RatingAnnpoet: 4 out of 5 stars!

Gudeg Yu Sum Terban

Makan gudeg ini selalu jadi ajang nostalgia jaman kuliah. Maklum, dulu saat kuliah, ngekosnya dekat dengan jalan C. Simandjuntak ini; jadi kedai gudeg ini pilihan paling dekat ketika ingin makan gudeg.

Sekarang, cukup susah kalau ingin makan disini. Selain lokasinya yang sangat tidak mungkin diraih ketika sarapan (jauh amat pilihan sarapannya, bro!) pun dengan adanya jalan C. Simandjuntak dijadikan satu arah, lumayan sedikit menyulitkan akses. Tapi kami kemarin-kemarin sempat menyambangi gudeg ini di kala hari Minggu.

Modelnya adalah gudeg basah, dan selayaknya gudeg Jogja, pasti pakainya ayam kampung. Pilihannya bisa pakai nasi atau bubur. Sebagai lauk, bisa memilih baik ayam, telur, tempe, tahu, ataupun jeroan ayam.

Alamat: Jalan C. Simandjuntak, di depan toko lampu Ero atau Gerai Indosat Oredo

Jam Buka: 06.00 – 09.00 WIB

Harga: 7k-15k

Makanan: Gudeg Ayam, Telur, Jeroan.

#RatingAnnpoet: 3.5 out of 5 stars!

Kedai Pak Kumis

Kedai makan ini super serba ada. Mau makanan nasi goreng, mie goreng/rebus, sampai sop ayam pun ada. Jam bukanya yang super, membuat kedai makan ini andalan saya dan mas suam ketika sedang dilanda kelaparan siang sampai malam hari. Not to mention the portion is pretty much, also 😛

Rasanya pas! Entah Pak Kumis atau sang istrinya yang memasak, rasa masakannya bisa selalu pas. Sedep. Selain itu, mereka selalu memasak dadakan, sehingga tidak ada kata tidak fresh bagi mereka.

Alamat: Jalan Menteri Supeno No. 3.

Jam Buka: 11.00 – 24.00 WIB

Harga: 8-15k

Makanan: Nasi Goreng, Bakmi, Magelangan, Sop Ayam, Soto Ayam, Cap Cay

#RatingAnnpoet: 4 out of 5 stars!

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Jadi, bagaimana? Sudah ada berapa yang menelan ludah akibat gambar-gambar ini? Saya saja langsung auto-lapar 😀

Bagi kalian yang memang sering beredar ke daerah yang sudah saya sebutkan tadi, boleh lho sesekali mencicipi rekomendasi saya! 🙂

a wife, Mon-Sat office worker.
1 comment
  1. […] yang biasanya hanya bisa saya rasakan kalau mama yang masak, sekarang saya yang masak. Mencoba jadi food blogger karena saya promosi dan cerita soal makanan yang saya suka. Tapi kok ternyata kurang menarik ya penyajiannya Bulan dimana produktif nulis juga, karena […]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *