Staycation – Greenhost Boutique Hotel Yogyakarta

Sekitar dua mingguan yang lalu, saya dan mas tiba-tiba terinisiasi untuk melakukan: STAYCATION. Iya, se-random itu. Terus liat tanggalan, eh ternyata kok ada tanggal merah di awal bulan. Kesempatan untuk cek aplikasi Traveloka πŸ˜€

Sebelum kenal mas dan menikah, saya pribadi memang selalu mengidamkan tiduran di hotel.

Iya, dalam kota aja, tidur dan makan gitu, tapi gak kemana-mana. Eh, ketemunya manusia yang serupa tapi tak sama πŸ˜€ Si mas ini, walau hanya staycation di Jogja, dan hanya satu malam, persiapannya ya bok.. ada acara ke swalayan buat belanja cemilan dan mie instant cup, lho. Asli!

Okay, long story short, saya cari-cari hotel yang asik (dalam arti lumayan buat foto-foto konten) dan suasananya juga beda. Budget kami adalah anything under 500k per night. Dan tanggalnya adalah di 7 Maret, dimana tanggal merah karena Nyepi. Agak setengah pesimis dapet hotel bagus, secara rang orang kan juga liburan ke Jogja, ya? Udah hampir give up di salah satu hotel yang β€œyasudah lah ini saja”, terus ngelirik ada Greenhost Boutique Hotel. Yoi, hotel tempat Genk Cinta AADC2 itu nginep, ratenya under 500k. Ya langsung lah atuh cuss book, waktu itu 2 rooms left soalnya πŸ™‚

Nah, hari Rabu tanggal 6 Maretnya kan kami ngantor seperti biasa kan ya.. terus pulangnya karena hujan cukup deras, saya pesan taksi online ke hotel langsung; sementara si mas masih lembur dan balik naik motor ke hotel. Asli ini staycation terniat karena sebenarnya saya rugi-rugi dikit, secara check in time kan jam 2 siang ya, tapi saya baru sampai hotel jam 5 sore. Plus saya gegoleran sendiri dulu (nyari-nyari spot buat konten), sampe jam 6 lebih karena mas lembur. HUVT. Kesan awal: bahagiaaa! Karena akhirnya kesampean nginep di hotel ini. Inget banget awal-awal hotel ini ada, saya ngomong ke mas pas lagi ngelewatin daerah situ, β€œkapan-kapan nginep disini yuk, kayanya asyik!”. Dan akhirnya sekarang tercapai sudah πŸ™‚

Lobby depannya langsung homey banget, dan menjelang magrib plus hujan saat itu gak membuat lantas gelap, tapi temaram sendu gitu deh.

Saya ingat di traveloka saya request kamar dengan city view plus king size bed dan breakfast for 2 people, dikasih sesuai permintaan. Kami menginap di lantai 3, dengan pemandangan menghadap ke arah Jalan Parangtritis/Pasar Prawirotaman. Lupa tipe kamarnya, tapi pokoknya seperti foto-foto berikut lah kurang lebihnya. Saya gegoleran nunggu si mas dulu, dan begitu dia datang, kami langsung ke luar guna beli makan malam. Yup, kami makan malam di luar karena memang gak shanggup pesan makan di art kitchennya πŸ˜€ Kami lantas makan sate ayam dan kambing depan pasar prawirotaman, hahaha! Dan ke swalayan buat memuaskan keinginan si mas dengan jajanan-jajanannya.

ruang tunggu lobby
ruang tunggu lobby

Masuk kamar, saya sibuk jepret sana sini. Dari yang saya sudah baca dari review lain sih, kamarnya semua terbuat dari bahan yang dapat diperbarui (recycled atau eco-friendly) gitu deh. Walau menurut saya ruang geraknya gak begitu luas (karena banyak diisi dengan interiornya), tapi efek kayu bener-bener memberikan kesan homey di kamar ini.

Mengintip kamar mandi, menurut review-review tahun sebelumnya, katanya kamar mandinya semi open, jadi ada kaca dari tempat tidur yang bikin bisa lihat siapa yang lagi mandi πŸ˜€ (bukan dalam konotasi negatif ya) Tapi ternyata sudah ditutup sebagian tengahnya pakai stiker kaca gitu. Dan amenitiesnya memang juara! Saya jatuh cinta sama sabun berasnya dan sabun serta shampoo cairnya. Berusaha nyari dimana kah gerangan sumbernya, tapi tak kunjung ketemu. Uhuks

Terus karena saya masih sedikit iseng, ya. Akhirnya saya cari-cari ada hal lucu apa nih di kamar, eh ternyata ada beberapa detail yang menurut saya, lucu banget dan penting! Mengingat detail ini bagian dari brand hotelnya juga ya.

Oke, dan malam itu ya akhirnya kami tidur setelah nonton Spiderman Into the Verse πŸ˜€

Gak sabar menanti apa yang ada saat breakfast! Paginya, kami baru bisa ke restoran jam 8 pagi, dan inilah sedikit capture makanan apa saja yang saya kami makan πŸ˜‰

Menu makanannya variatif banget, dari mulai western sampai dalam negeri. Tapi rasanya gak ada yang gak enak menurut saya! Kalau gak inget waktu, ya. Saya bisa bolak balik deh ngambil makanan-makanannya, yummy! Dan yang paling penting proses masaknya mereka tanpa bahan pengawet dan bahan bahan buatan lainnya, lho! 5 thumbs up for the Art Kitchen! πŸ˜€

Selesai sarapan, kami balik ke kamar, tapi kali ini mampir ke rooftopnya dulu, buat caritau ada apa aja sih di Greenhost.

Kami balik ke kamar, mandi, dan nonton Keeping Up With Kadarshians! πŸ˜€ Asli ini sih, secara kami jarang banget ada kesempatan nonton acara TV, ya πŸ˜€ Pas jam 12 siang, kami check out dari Greenhost Boutique Hotel. Sedih, deh. Kaya ngerasa belum cukup aja gitu, masih pengen dan betah lama-lama. Sambil nunggu proses check out, kami foto-foto lagi dong!

ta-da! full bodied foto by masnya petugas resepsionis
Bottom line:Β cinta banget sama Greenhost!

Gimana nggak, tempat yang asri nan selalu adem, kamar yang hangat suasananya dan menenangkan (gosh, tolong itu reed diffusernya merek apa siiih), makanan yang semuanya enak, dan karyawan yang super helpful serta ramah.Β Jujur ya, agak susah nih nyari yang bisa menandingi Greenhost kayanya, kemarin beberapa hari yang lalu, saya dan mas dinner di hotel yang dari segi bintang lebih tinggi daripada Greenhost, tapi makanannya jauh lebih enak Greenhost! Uuuuwww~

Kamu, apa sih hotel favorit menurutmu yang pernah dirasa? πŸ™‚

Tinggalkan Balasan