[STAYCATION in Pandemic] – Yogyakarta Marriott Hotel

Mungkin ini terdengar klise, tapi November 2020 lalu, 8 bulan pandemi berjalan, saya dan suami sudah mulai bosan (walaupun kami gak di rumah aja alias masih WFO), tapi kami sudah membatalkan 1 set lengkap rencana perjalanan wisata akibat pandemi ini.

Dan melihat tidak ada tanggal merah di bulan November 2020, kami akhirnya merencanakan Staycation. Yup, tapi kami juga harus selektif dalam memilih hotel untuk staycation – dan akhirnya terwujudlah salah satu wishlist untuk bisa staycation di hotel bintang 5.

Pilihan kami jatuh ke Yogyakarta Marriott Hotel. Cukup penasaran dengan awal kehadirannya, secara di kami terngiang aja gitu Marriott kan keren ya, dan benar adanya… keren dari lobby hingga kamarnya.

Kenapa Marriott? Karena walaupun staycation, saya pengen nginep di hotel yang memang concern banget sama protokol kesehatannya, dan gak main-main menjaga kebersihannya. Udah bukan sekali dua kali saya baca review-review nginep di hotel saat pandemi, yang…. gak diperhatikan lobbynya berdebu lah, room cleanlinessnya lah, dan lain sebagainya.

Saat sampai di Marriott, baru keluar dari parkiran sudah cek suhu (oke wajar), terus hand sanitizer dimana-mana (literally setiap 10 langkah kaki ada hand sanitizer), dan proses check in di lobby pun di atur, setiap front office hanya melayani 1 tamu. Bersekat dan berjauhan front officernya, dan saat lagi nunggu proses check in, saya lihat petugas kebersihan yang sedang mengelap all handles, all surfaces, sampai langit-langit juga. Jadi makin aman rasanya..

Kami menginap satu malam saja, Minggu-Senin. Sengaja pilih Senin biar bisa lebih sepi lagi, dan benar saja, ternyata Senin pagi kami main di pinggir pool, sepi! Benar-benar seperti milik kami berdua (cailahh honeymoon kok terus-terusan).

Hal yang sangat wajar ketika saya mengapresiasi kamar mandi dari Marriott Hotel ini, karena kamar mandinya besar, banyak toiletris dan fasilitas lainnya (hairdryer dll).

Kebetulan di hari Minggu malamnya, ada resepsi pernikahan kecil-kecilan yang diadakan di area resto, suasana cukup ramai tapi saya lihat juga ada antrian pengambilan makanan yang dibuat rapi, semua makanan diambilkan (bukan ambil sendiri walaupun buffet), dan juga akses masuk dan keluarnya satu pintu dan dijaga. Saat malam itu, kami pergi ke Hartono Mall, yang mana sebelahan banget sama Marriott. Ada akses pintu langsung ke mall, dan sedihnya, di mall malah rame 🙁 Kami literally cuma beli popcorn untuk dimakan di kamar, karena keburu parno ketemu banyak orang.

Paginya, sebelum breakfast, kami main-main di pool dulu. Sebelumnya memang ada 1 orang yang renang, tapi setelah itu…. sepi!

yogyakarta marriott hotel
area pinggir pool ditemani dengan gazebo dan sunbed
pool area marriott
poolnya tidak di lantai dasar sehingga bisa melihat pemandangan kota

Ternyata lokasi poolnya gak di lantai dasar, melainkan cukup di tengah-tengah jumlah lantai hotel. Cukup unik karena biasanya kami nongkrong di pool lantai dasar di hotel lain – biar bisa menikmati sensasi infinity pool gitu dan melihat pemandangan kota sisi utara kali ya…

Setelah puas kecipak kecipuk di pool (saya gak renang – suami doang), kami bersiap sarapan. Saat yang ditunggu-tunggu karena saya sesungguhnya pemuja sarapan hotel (dan kadang sok menilai rasanya juga). Restonya ada di lantai dasar, dekat dengan lobby – dan ini adalah resto yang semalamnya habis ada acara. Mereka menerapkan konsep semi buffet seperti yang saya ceritakan di atas, makanan disajikan tapi diambilkan oleh petugas. Yaa, mirip-mirip warteg ya 😀

Pilihan breakfastnya sendiri macam-macam, tentu menu wajib seperti bubur/soto ada, kalau saya tidak salah ingat juga ada gudeg, dan beberapa counter bread, cereal, makanan berat, dan es krim! Saya beberapa kali nambah corn flakes karena memang suka sekali, untuk roti lumayan enak puff pastry dan toastnya, pokoknya gak ada yang failed! I’m beyond satisfied.

Kesimpulannya, gak perlu khawatir staycation disaat pandemi asalkan di dalam kota domisili saja, sedang sehat, protokol kesehatan hotel memadai, dan kita sendiri juga tertib terhadap diri sendiri. Saya pribadi termasuk sedih ketika melihat hotel-hotel merumahkan pegawainya, berjualan makanan di pinggir jalan, bahkan ada yang buka jasa cuci kendaraan. Semoga pandemi segera usai, salam sehat selalu!

Tinggalkan Balasan