overload

my first mobile post! yippi!
this Monday, I had so much to think. kinda feels like overload.
here are some..

  1. still in wedding preparation time, saya menemukan masalah. alhamdulillah, bukan masalah dengan pasangan; tapi masalah kepercayaan dengan keluarga. ternyata saya belum cukup memiliki ilmu parenting. saya masih banyak menyimpan luapan emosi. saya belum bisa ikhlas.
  2. saat saya berpikir, cinta kadang merupakan escape dari masalah sesaat dalam kehidupan, saya malah ditunjukkan bahwa cinta juga dapat membawa masalah lain dalam kehidupan. nope, it wasn’t me. seorang teman memilih untuk meninggalkan segalanya, dan memulai kehidupan yang baru berlandaskan cinta. apa salah? tentu tidak. dari seluruh aspek, dia melupakan satu hal; logika. ah, apparently AgnezMo benar: cinta ini, kadang-kadang tak ada logika.
  3. tuntutan ukuran kebaya dan kepantasan serta kesehatan, membuat saya ingin terjun ke dunia per-diet-an. seorang teman memilihkan metode diet yang konon cocok untuk saya, hanya (lagi-lagi, pastinya) butuh komitmen tinggi untuk menjalankannya. apakah saya sanggup? we’ll see.
  4. pekerjaan yang seakan tak dapat di tunda walau hanya sekejap saja.
  5. perencanaan keuangan yang selalu masih belum disusun secara matang.

ugh, saya sadar saya harus menuliskan sesuatu.
daripada saya merasa overload sendiri, dan akhirnya pusing; saya memilih untuk menceritakan apa adanya.
inshaAllah, besok-besok saya bisa ceritakan detail dari masalah tersebut dan jalan keluarnya. aamiin

pedes tapi manjur

dikritik itu rasanya gak pernah enak pada awalnya.
sakit? well, depends.
tapi manjur, buat self-improvement.
kemarin denger perkataan: “kalo ada orang declare dirinya cantik/ganteng, biasanya malah kebalikannya aslinya.
kenapa? karena bukan kamu yang menilai dirimu sendiri.
dan itu kenapa mencari kelebihan diri sendiri lebih mudah daripada mencari kekurangannya.
mungkin, hal itu juga yang membuat para wanita mostly ngajak orang lain saat berbelanja pakaian.
orang lain itu, sebagai penilai. apakah pakaian yang akan dibeli bagus/cocok.
lagi, karena bukan kamu yang menilai dirimu sendiri.
plus, apa yang menurutmu baik, belum tentu menurut orang lain baik juga, berlaku sebaliknya.
jadi mulai sekarang, jangan ngaku suka makan pedas, kalau nerima kritikan pedas saja masih dendam.
wajar, sesaat ketika selesai di kritik, hati nyeri gak karuan. langsung cari kejelekan orang yang mengkritik, wajar.
itu alamiah, naluriah. lakukan saja as long as gak menyakiti pihak lain.
but one thing you have to remember, carilah pengalih perhatian saat kamu kesal terhadap orang lain. do your hobbies, travel somewhere, skip your diet day, or even do more sports.
the longer you keep kekesalanmu, makin gak sehat kamu nantinya.
-a very reminder for myself in everyday-