After Married Life: Where to Live?

tempo hari saya sudah pernah berbagi cerita tentang KPR; kali ini saya mau kasih informasi tambahan yang masih berkaitan dengan rumah.
beberapa teman saya merasa belum ‘mampu’ untuk ikut KPR, alasan pribadi (karena tidak mau terbebani kredit terlalu lama) maupun alasan kewaspadaan karena malas namanya harus tercatut di bank atau harus berurusan dengan bank. terakhir, karena memang syaratnya belum mencukupi untuk ikut KPR.

pertama – terakhir

seberapa yakin kamu dengan pilihan pertama?
saya tipe orang konservatif yang seringnya berjalan dengan intuisi pertama.
sampai akhirnya, sadar bahwa gak selamanya intuisi benar, atau yang pertama selalu jadi yang terbaik.
orang bilang, carilah pengalaman dulu, baru settle. gak harus selalu lanjut dengan yang pertama itu..
hal ini juga kejadian ketika saya beberapa minggu yang lalu menemui vendor catering.
catering pertama yang digadang-gadang murah, enak, dan terkenal, nyatanya perasaan saya pertama kali ketemu sama orangnya, langsung gak enak.
bener, sesaat sebelum akhirnya deal dengan catering itu, terbongkar rahasia ke-tidak professional-an catering tersebut.
apakah benar intuisi awal saya, ada perasaan gak enak ketika datang ke tempat cateringnya?
atau memang saya yang ditegur agar tidak serta merta secepat itu percaya dengan vendor catering pertama?
well, whatever it is.. jangan gegabah atau ke-GeeRan dengan yang pertama dan berharap jadi yang terakhir.
mungkin benar, hanya waktu yang bisa menjawab 🙂