Wedding Preparation (Part 2,5): Administration Stuff

sebenarnya ini hal yang seharusnya masuk di pembahasan kedua; tapi saya lupa dan rasanya, terlalu panjang kalau dimasukkan di part 2 – mending dibuat terpisah, ehe ehe
kali ini saya mau membahas another crucial step, yang setelah saya lihat-lihat, sebenarnya saya urus di bulan ke lima sebelum hari H.
here it comes,

Marriage administration stuff

saya tulis step by stepnya, tapi ini hanya yang berlaku untuk pernikahan sesama WNI, dan dilaksanakan di Indonesia, ya.
so, backgroundnya adalah, saya warga Godean, mas warga Danurejan, dan kami akan menikah di area kecamatan Pakualaman.
jadi, penting buat kamu dan pasangan untuk tahu 3 jenis kecamatan tersebut. Kecamatan asal Calon Pengantin Wanita (CPW), kecamatan asal Calon Pengantin Pria (CPP), kecamatan tempat akan dilangsungkan akad nikah.
dalam kasus saya, dikarenakan semua kecamatannya berbeda, berarti urus suratnya nambah.
yang pertama disiapkan, ternyata berkasnya CPP ya.. jadi saya salah ceritanya, dulu saya yang getol duluan nyiapin berkas, ujung-ujungnya ditanya: “mba, berkas CPPnya mana?” ternyata buat lampiran, gaes..
langkah-langkahnya:

  1. mintalah si CPP untuk buat surat pengantar dari RT, RW, dukuh (kalau ada), dan ke kelurahan. nanti dari kelurahan, CPP akan dapat berkas: N1, N2, dan N4.
  2. CPP minta surat numpang nikah dari KUA tempat dia tinggal, untuk ditujukan ke KUA tempat CPW tinggal.
  3. berikan seluruh berkas tersebut ke CPW, ganti urus dari pihak CPW ya..
  4. sama seperti langkah pertama, CPW minta surat pengantar dari RT, RW, dukuh (kalau ada), dan ke kelurahan. hasilnya ada berkas: N1, N2, dan N4. buat yang penasaran apa aja, nanti ya..
  5. semua berkas CPW dan CPP, dibawa ke KUA tempat CPW tinggal. dalam kasus saya, kami berdua minta surat numpang nikah dari KUA tempat saya, untuk ke KUA tempat dilangsungkan akad nikah.
  6. setelah dapat semua surat itu, datanglah bersama ke KUA tempat dilangsungkan akad nikah, sampaikan dengan baik maksud kedatangannya. biasanya diminta isi biodata, sambil dicek kelengkapan berkasnya (ceklist). untuk jaga-jaga, bawalah juga fotocopy akte kelahiran masing-masing, ya. saya dimintakan soalnya dulu. jangan lupa, pas foto CPW dan CPP.
  7. akan diberi surat pengantar untuk ke puskesmas, mengenai imunisasi Tetanus (TT) dan cek kesehatan Caten/Calon Penganten.
  8. CPW akan diminta untuk imunisasi, so datanglah ke puskesmas segera mungkin (diusahakan jangan saat haid) untuk minta di imunisasi TT dan cek kesehatan. cerita seru saat saya imunisasi, sempat dilirik gemas sama new mommy yang kebetulan bareng periksa ke bagian Klinik Ibu dan Anak. don’t worry, imunisasinya gak membuatmu jadi demam menggigil kok.. dan cek kesehatannya, usahakan bareng CPP ya.. karena akan ada sesi konsultasi dengan psikolog (serius saya baru tahu, dan saat itu saya sendirian :() yang kurang lebihnya ditanyakan kapan kenal dengan pasangan, mengapa memutuskan untuk menikah, setelah menikah tinggal dimana, background keluarga gimana, sudah kenal semua belum, dll. tujuannya baik kok, mencegah hal-hal yang tidak diinginkan setelah menikah. dan asik juga karena akhirnya ada yang mau dengerin curhatan kita disela-sela stressful days before wedding. untuk cek jasmaninya, akan diminta tes urin untuk mengetahui: apakah lagi isi? alhamdulillah kosong, lah! isi sarapan pagi, iya! setelah dapat kartu hasil imunisasinya, di fotocopy dan diserahkan lagi ke KUA.
  9. bagian pelayanan dari KUA juga, mengadakan bimbingan dari segi rohaniah. dulu saya dapat jadwal hari Rabu, kalau gak salah. jadi saya dan mas datang ke KUA tempat akan dilaksanakan akad nikah, dan menemui seorang ibu yang didaulat akan membimbing kami (cailah). si ibu menjelaskan panjang lebar tentang kehidupan pernikahan. apa yang akan kalian hadapi, harus kaya gimana kalau ada masalah, kewajiban istri dan suami, dan lainnya. kedengerannya sepele, tapi ilmunya bermanfaat lho! seketika jadi mikir, tanggungjawab seorang istri juga berat.. bisa gak ya… tapi karena bersama dan memang sudah seharusnya, bismillah dan setiap hari berusaha 🙂
  10. setelah selesai bimbingan, ada berkas yang diberikan ke KUA juga. lengkaplah sudah pemberkasan, tinggal tahap terakhir: pembayaran. karena saya melaksanakan akad nikah di gedung, maka saya diwajibkan membayar Rp. 600.000, yang dibayarkan wajib via bank. saya diberikan selembar surat yang nantinya akan diserahkan untuk pihak bank. intinya dari selembar surat itu adalah, untuk biaya pernikahan siapa, dimana, gitu lah.. setelah selesai membayar, serahkan bukti pembayaran ke KUA juga, ya! SELESAI!

pengurusan administrasi kalian sudah selesai dalam sepuluh step! yeay!
some tips for this:

  • gandakan/foto copy KTP, KK, akte lahir, yang banyak.
  • foto lah di studio, bersama pasangan. lebih enak pas foto terbaru; dan pastikan paripurna ya! cetak foto sekalian paketan: 2×3, 3×4, 4×6 yang banyak supaya kalau diminta bolak balik, gak harus cetak lagi.
  • save izin/cuti kantor se-minimal mungkin. kalau bisa diselesaikan dalam waktu 2-3 hari kerja, lumayan kaan daripada izin bolak balik dalam 5 hari?
  • biasakan organized saat mengumpulkan berkas. pakai map tertutup, pilah berkas mana yang siap dikumpulkan, dll.
  • better early than late! saya mengurus ini paling early, 5bulan sebelum hari H. ditanya kenapa gasik, saya bilang karena biar lekas selesai. lebih ayem melangkah ke bulan-bulan berikutnya. plus, kalau kamu mengurus berkas ini dadakan, ada kemungkinan kamu harus disertai berkas tambahan yang menyatakan bahwa kamu sedang tidak mengandung/ada paksaan lain untuk menikah. hmm sounds ribet kan?
  • banyaklah bersabar. mengurus berkas administrasi gak se-simpel apa yang terlihat, jadi kalau memang ada delay yang disebabkan karena birokrasi, sabar ya.. 🙂
  • PENTING. kamu harus sudah tahu mas kawin/mahar yang akan diberikan CPP ke CPW dari saat mengurus berkas ini. jadi, diskusi dulu cobaa…
  • kalau kamu sering menonton drama dimana mengurus pernikahan bisa dadakan, I tell you from deepest of my heart, naah, it won’t be like that. unless, menikah siri mungkin ya.. 😀
  • sebagai CPW, pastikan sudah tahu mau dinikahkan oleh siapa; wali nasab (ayah kandung) atau wali hakim. apabila oleh ayah kandung, mintalah fotocopy KTP ayah kandung sebagai persyaratan berkas.
  • selain wali, juga sudah harus mengantongi nama saksi. siapa yang bakal jadi saksi pernikahan kalian? 1 orang dari pihak CPW, dan 1 lagi dari pihak CPP. begitu kalau saya.
  • setelah semua berkas selesai, another PENTING: minta nomor telepon dan atau alamat penghulu yang akan membantu pernikahanmu. biar gak dadakan mengetahui misal beliau akan terlambat, atau memperkirakan perjalanan dari rumah beliau ke tempat acara, dll.

selamat berberkas..! 🙂 (bonus hal narsis setelah mendapat buku nikah)


 

a wife, Mon-Sat office worker.
3 comments
  1. […] setelah kemarin saya menyisipkan part penting tentang administrasi, kali ini mari lanjut menghitung mundur tentang apa yang saya lakukan 3-4 bulan sebelum hari […]

  2. […] Wedding Preparation (Part 2,5): Administration Stuff […]

  3. […] Hai! Postingan ini sudah pindah ke: https://annpoet.com/wedding-preparation-2-5/ […]

Menurut kamu?