Wedding Preparation (Part 3): Vendors and Designs

baiklah, setelah kemarin saya menyisipkan part penting tentang administrasi, kali ini mari lanjut menghitung mundur tentang apa yang saya lakukan 3-4 bulan sebelum hari H.
inilah

Vendor Choice and Designing

kalau kemarin di post part 2 saya sudah cerita vendor esensial yang sudah saya pilih:

  1. Wedding Organizer by Palma WO
  2. Catering by Maheswari
  3. Venue by Gedung Bumiputera

sekarang kami masih harus memilih beberapa (banyak sebenernya) vendor untuk membantu menunjang keinginan dan kebutuhan kami. ini saya tulis not in order, dan sekalian saya review ya..
in case ada yang mau langsung liat portofolio/direct contact, I put their instagram account or contact link di setiap nama vendornya ya, bisa langsung di klik. 😉
oh iya sebenernya dari pihak WO bisa handle semua, misal CPP dan CPWnya sibuk banget dan gak sempet sourcing vendor lain, jaman sekarang terima jadi semua diurusin juga langsung bisa kok, tapi karena saya dan si mas sama-sama mau rempong, jadilah kami mengintervensi beberapa hal. 😀

  • decorations. ceritanya awalnya saya pengen pakai dekorasi yang cukup ternama dan sering terlihat di beberapa media promosi. saya sudah datang ke tempat vendor tersebut, tanya harga, bahkan sampai booking tanggal. kenapa gak jadi? saya banyak gak sregnya. ownernya baik, tapi kalau mau tambah ini itu, chargenya lumayan banget; dan aturan yang mengikat juga terlalu kaku. duuh, maaf ya mas.. akhirnya pilihan jatuh ke bawaan Palma WO setelah saya curhat iseng ke crewnya Palma WO. langsung dikasih jawaban harga yang memuaskan. hasilnya? I am satisfy with the decorations! beautiful and pas.
  • MUA (yang saya pastikan pakai bawaan Palma WO) Ibu Yati from Studio19 salon to be exact. why? karena saya mau pakai paes ageng kanigaran, dan portofolio Palma WO pernah mendandani big size girl and boy macam saya dan si mas, pakai paes ageng kanigaran, hasilnya bagus. alhamdulillah sesuai ekspektasi 😀
  • documentations (photo&video), saya pakai mas Afidha&team (lagi), karena saya suka sama gaya jepretannya. oh ya, saya gak pakai video karena, untuk apa? instagram? umm, no thanks. irit laah! 😉 hasilnya silahkan disimak di foto-foto setiap postingan berikut.
  • entertainment&MC (pastinya saya pasrahkan ke Palma WO), 7Signs band dan pak Mulyono to be exact. PUAS! lagu yang saya mau bisa di deliver dengan baik oleh 7Signs band, bahkan papa juga request lagu favoritnya dan dinyanyikan dengan epic. MC juga pas banget dengan nuansa plus gaya acara kami.
  • souvenir, saya sudah kebayang dari awal kalau souvenir saya mau yang berbau kayu-kayuan; why? karena saya dan mas banyak nyemplung ke dunia perkayu-an. dan kami juga pengen kasih souvenir sesuatu yang bermanfaat untuk tamu. jadilah stand phone handmade dari rekan saya, pak Kamsan. saya package sendiri kok! 🙂
  • invitation, saya menarik teman saya Iyong, a great and young and cheerful graphic designer untuk bantu meladeni kebawelan saya dalam mengungkapkan keinginan desain undangan. hasilnya banyak yang suka dan saya banyak dapat pujian! 🙂
  • prewedding, saya dan mas memang mau konsep prewedding casual tapi indoor (di dalam studio ajah), jadi alhamdulillah malah irit 😛 kami malah ambil paket foto couple (yang biasanya buat foto pacaran seru-seruan di studio itu) dan dijadiin foto prewedd ala-ala. cukup pakai jeans dan kaos aja, udah kita banget! di Gibran Studio Photo, dan di print di Calista Photo, di frame di Sampurna Foto. ribet tapi sip! 🙂
  • gift wrapping/mahar. yang ini saya sedikit missed in time, jadi saya baru heboh harus hias mahar sekitar H-1 bulan. setelah pencarian mepet dalam waktu satu hari, akhirnya saya mantap menyerahkan hias seserahan ke Denayu hantaran. sebenernya Denayu ini bisa sekalian hias uang mahar, tapi karena saya sudah mepet dan deg-degan juga, akhirnya saya kembali ke Kado Kita. 2 minggu saja, sudah jadi dengan ciamik!
  • ring. dari sejak lamaran lalu, saya sudah keep in mind bahwa saya akan kembali ke toko emas Kembar Tiga. karena ukuran cincin saya dan si mas harus pesan, dan biaya pesan yang murah ya disitu, wkwk 😛 cukup seminggu saja, cincin pesanan sudah jadi. mereka juga pakai emas tua, jadi infonya lebih bagus. plus gratis biaya grafir nama/inisial dan tanggal nikah pula. ihiy! (p.s: kalau mau pakai tembaga atau perunggu untuk laki-laki juga mereka punya)

list dan review vendornya sudah, alhamdulillah saya puas semua. beberapa cerita tentang perjuangan mengurus kebutuhan vendor, saya ceritakan bertahap ya.
setelah memilih vendor, saya masukkan ke budget dan timeline, biar tahu berapa kebutuhan dananya, dan kapan saya harus menyiapkannya. untuk vendor yang sudah paketan dengan WO, saya ayem karena saya langsung bayar ke WO saja, gak perlu kenal khusus dengan owner/CPnya.
di H-3 dan H-4bulan ini saya melakukan:

  1. sesi prewedding photo
  2. mulai desain undangan, cari inspirasi, warna palet, desain outline
  3. mulai desain souvenir, buat sample, nego harga
  4. pesan cincin
  5. tentukan baju/warna baju keluarga/fitting awal

sesi prewedding photo, seperti yang sebelumnya saya ceritakan, saya dan mas memakai konsep casual dan studio photo. karena ingin irit. toh pada akhirnya si prewedding photo ini hanya akan dipajang di pintu masuk gedung. setelah hunting tema dan ide, akhirnya sepakatlah kalau kami pengen pake kostum: jaket jeans, kaos hitam/putih, celana jeans. izinlah saya setengah hari, booking dengan vendor photo studionya, dan surprisingly saya dapat free simple make up! minimalis tapi manis. #okesip dan fotografer, MUA, pengarah gaya-nya, semua crewnya nyenengin banget. mereka ramah, sopan, bisa ngelucu juga. beruntung saya dan mas juga punya beberapa referensi gaya yang bisa mereka kabulkan. jadi 6 foto dengan biaya less than 300k. alhamdulillah 🙂 fun fact: dalam foto-foto berikut, saya bertukar jaket jeans dengan si mas, karena kata fotografernya lebih bagus ditukar. dan… si mas gak pakai kaos hitam polos, melainkan kaos hitam yang dibalik (reverse) karena ada sablonan full di depannya. saya? pakai kaos hitam polos punya si mas 😛 ngirit dan gak modal itu beda tipis, gaes..


desain undangan, pastinya saya banyak terbantu sama pinterest. dari duluu, saya dan si mas kalau rencana undangan selalu pengen pakai warna kombinasi hitam-emas atau hitam-silver atau hitam-putih. iya, se simpel itu. berbekal browsing ke pinterest, saya menyodorkan beberapa desain ke Iyong, dan dia mengcombine menjadi seperti ini:
PUTRI & ARI - a
tampak muka

PUTRI & ARI - b
tampak dalam

se simpel itu? yup. gak banyak revisi (hanya beberapa tipografi aja) saya pilih font sendiri, total ada 3 font untuk isi, depan, dan beberapa bagian. bagian kata-kata juga saya cukup google-ing saja. dan tanpa gelar, ihihihi fun fact: mungkin baru kali ini beberapa orang menerima denah undangan dengan panah atas menunjukkan arah…. TIMUR. yep, karena saya se-malas itu mengatur denah dengan arah atas utara. ya ginilah kalau anaknya semaunya sendiri
desain souvenir, saya gak butuh lama karena pak Kamsan, sudah biasa. awalnya saya ragu mau pakai desain phone stand, tapi si mas menguatkan supaya bisa terealisasi. fun fact: pak Kamsan ini buat souvenirnya di Jepara, finishingnya di Jogja 😛 oh dan ya, laser engraving done by Artech Laser Jogja. saya dan mas sendiri yang mengantarkan dan menghitung jumlah souvenirnya, membuat desain engravingnya, dan mempackage sendiri! it was super fun!

untuk ucapan terima kasih dan petunjuk penggunaan phone stand, saya minta tolong ke Iyong juga. ini penting karena kalau dari bentuk aja, orang gak banyak yang bisa mengira kalau ini adalah phone stand. maka dari itu, Iyong bekerja untuk membuat outline grafis yang menunjukkan penggunaan barang ini. alhamdulillah banyak teman-teman yang bilang suka dengan souvenirnya, atau yang berterima kasih karena berguna souvenirnya.
di waktu yang kurang lebih bersamaan, saya dan mas juga ke toko emas untuk pesan cincin. fun fact: ternyata ukuran jari manis kiri dan kanan berbeda! jadi pastikan kamu mengukur cincin yang tepat di jari yang tepat.

karena kami pasangan hemat dan perhitungan, dari imajinasi awal saya pengen buatkan seragam untuk om-tante pakde-bude, gagal dong bro.. saya akhirnya cuma kasih clue ke keluarga besar, kalau tema garis besarnya warna maroon dan emas. bebas mereka mau pakai jenis dan model apa saja.
ada beberapa pakde-bude dan om-tante yang kami highlight, kami catat dan minta ukuran badan/bajunya dengan seksama. dengan tujuan menjadikan beliau among tamu 😀 kostumnya masih sama saya pakai dari Salon Studio 19, beberapa kali saya dan keluarga kesana, koleksinya lengkap bangets! like, kamu mau warna apa juga beliau punya. kebetulan warna pilihan kami kan gak susah ya, cuma tinggal ketersediaan ukuran aja ada atau nggak. secara, keluarga literally besar, jadi ukuran beskap, kebaya, kain, juga disesuaikan. saya fix ukuran keluarga dan jumlahnya gak langsung saat itu kok, melainkan H-1bulan.
kalau memang mau membelikan kain/baju untuk keluarga atau bridesmaids, menurut saya di H-3 bulan ini tepat waktunya. karena, kamu juga harus kasih mereka waktu untuk memikirkan desain, penjahit, dan lama pembuatan kostum kan? belum lagi masa pencarian kain, lumayan memakan waktu lho! intinya, jangan membuat mereka (keluarga dan bridesmaids) repot. disesuaikan dengan kebiasaan di keluarga atau lingkunganmu, kadang membeli baju yang sudah jadi bisa terlihat lebih simple, tapi lebih gak disukai mereka. another picky things, right? remember we can’t please everyone. 🙂

a wife, Mon-Sat office worker.
3 comments
  1. […] bulan, langkah kedua kami mengantar seserahan ini untuk dihias ke Denayu (as you can see from here). cukup ribet karena pas lagi mau nganter barang-barang, kebetulan banget, hujan deras! pun kami […]

  2. […] Wedding Preparation (Part 3): Vendors and Designs […]

  3. […] Hai! Postingan ini sudah pindah ke: https://annpoet.com/wedding-preparation-3/ […]

Menurut kamu?