Wedding Preparation (Part 5): Countdown Begin!

yeay! kalau kamu baca postingan ini, kamu harusnya sudah baca postingan-postingan sebelumnya tentang Wedding Preparation. kalau belum, hmm coba cekidot:

  1. Wedding Preparation (Part 1): Mind Preparation
  2. Wedding Preparation (Part 2): Essential Vendors
  3. Wedding Preparation (Part 2,5): Administration Stuff
  4. Wedding Preparation (Part 3): Vendors and Designs
  5. Wedding Preparation (Part 4): Small Things Matter

akhirnya di part ini, tamat sudah cerita persiapan wedding saya akhir Desember lalu. here it goes,

Last Preparation (Less than a month) – Countdown begin!

di tahap ini, gak banyak yang saya sarankan kamu untuk lakukan; bahkan mungkin cuma ada 2 hal sih kalau pas saya kemarin:
  • fitting akhir dan meeting WO
  • istirahat pikiran dan badan

sudah. hehehe, tapi…. tapi nih ya.. kenyataannya lebih dalam dari itu. pengalaman pribadi saya, keraguan dan segala tekanan plus masalah baru pada muncul di H-20 hari.
you name it. dari mulai deg-degan apakah setelah acara wedding selesai, kita bisa hidup aman nyaman, dimana? mau tinggal sama orang tua, atau langsung angkat koper dari rumah masing-masing? mentality orang tua juga kalau ditinggal kita gimana?
ngatur keuangan pasca menikah, menafkahi istri (bagi Calon Suami), bisa gak ya?
harus nurut sama suami, sekarang ada kepala keluarga, masih bisa lanjalan sama temen-temen gak ya? masih bisa ngerumpi sampe malem sama sohib gak ya?
itu baru permasalahan yang ada di pikiran. belum lagi ngurus keluarga jauh yang kelupaan diundang atau dikabari. atau mikir nanti keluarga besar mau tinggal dimana saat acara wedding kita. trus mendadak ada suara-suara sumbang yang mulai kedengaran, ada yang gak suka dengan konsep acara lah, gak mau jadi among tamu, atau malah hal hal buruk lainnya.

dear para Bride and Groom’s to be, you are not alone.

bukan cuma kalian saja yang merasakan keresahan atas masalah tersebut. baru-baru ini saya dicurhatin sahabat-sahabat yang lagi preparing weddingnya juga. mereka merasa beban yang teramat berat, dan gimana tips triknya biar gak kepikiran.

gak tau apakah ini berguna, tapi menurut saya hal-hal berikut sepatutnya bisa dilakukan:
  • stay away from social media. for a while kok. coba deh. saya dari awal gak pengen terlalu meng-up-kan rencana wedding ini di social media. kenapa? alasan ter simpel. saya gak pengen banyak koar-koar sebelum saatnya, dan misal ada teman yang gak diundang, akhirnya malah timbul kekecewaan. uh. big no. saya gak share foto prewedd sambil menghitung hari, alhamdulillah. kami (saya dan mas) berusaha untuk se-sederhana mungkin. nilai plusnya dari gak banyak share di socmed? gak banyak intervensi dari banyak pihak untuk memberikan ide atau masukan yang bisa bikin kami galau. oh ya, se-penat apapun masalah yang hinggap, be wise to tell the story. saya lebih rekomendasikan curhat ke sahabat. inget, sahabat bukan fake friend ya. lebih enak lagi, saling tukar pikiran sama pasangan; ya itung-itung kalian belajar menyelesaikan masalah di kemudian hari, lah.. kadang kalau kita lagi galau, bingung, kalut, pasti pengen tulis tulis di sosmed. re-think lagi ya, jangan sampai apa yang kalian curhatin, jadi sasaran perbincangan empuk untuk kawan kawan palsu di luar sana. hmm~
  • jadikan momen ini sebagai pendekatan diri kepada Tuhan. ini paling aman. paling bisa buat dijadikan hal positif. lebih sering bangun di sepertiga malam, puasa sunnah, ikut kajian, dan lainnya. sampai hari H wedding pun, jangan pernah jauh dari Tuhan ya.. tips dari saya, setiap deg-degan takut hal yang tidak diinginkan terjadi, langsung berdoa. minta ditenangkan pikirannya, dikasih jalan keluar untuk setiap masalah, dan dilancarkan semuanya. 🙂
  • olahraga. bukan hanya supaya attire/kebaya kamu muat dan cucok saat hari H, tapi di dalam raga yang sehat terdapat jiwa yang kuat. (eh kebalik apa salah ya?) pokoknya, olahraga juga bisa menenangkan pikir kok. gak usah ngoyo biar langsing, tapi yang penting sehat biar tidak ada kata ambruk sebelum atau saat hari H.
  • perhatikan asupan dan jadwal tidur. iya, saya tahu kalau sudah banyak pikiran, takut apa yang bakal terjadi di hari H nanti, pasti tidur pun tak nyenyak. saya tahu, dan mengalaminya kok. tapi apa kamu mau nanti kantong matamu jadi gede pas hari H karena kamu gak pernah disiplin mengenai jam tidur? pertahankan jam tidurmu di 6-7 jam setiap malamnya. kalau susah tidur karena masih kepikiran hal hal lain, kembali ke berdoa. relax. pun, stop dulu makan junk food atau kolesterol food atau food yang aneh-aneh, deh.. perhatikan tetap vitamin, mineral, buah, sayur. H-10 hari sampai hari H, saya selalu tambah vitaminnya. saya minum vitamin, sehari tiga kali, dan air putih plus buah selalu di selipkan.
  • pampering yourself. lakukan hal yang mungkin lama gak kalian lakukan seperti, pergi ke salon kecantikan, rambut/muka/badan diperbaiki (yaampun diperbaiki…) tapi ya tapi, jangan melakukan treatment yang kira-kira bakal butuh waktu lama sampai nanti kembali ke sedia kala. maksudnya? saya gak nyaranin kamu untuk facial di H-30 hari; kalau memang mau facial, sebelum itu deh kayanya. takutnya nanti saat hari H, belum ilang bekas-bekas penyiksaan facialnya. kemarin, saya yang jarang banget facial, hanya mengaplikasikan skincare ekstra dimulai dari H-10 hari. sempat panik sih saat tahu H-30 hari, masih ada jerawat dan bruntusan; akhirnya saya stop make up. benar-benar pakai skincare aja, gak pakai make up dari mulai foundation, etc etc. polosan. H-10 hari, saya tambah porsi skincarenya, pakai clay mask tiap pagi dan malam, ditambah pakai sheet mask kalau mau tidur. keluar rumah (bahkan ke kantor) hanya pakai pelembab, sunblock, dan bedak bayi. menurut saya, detox make up perlu sih untuk balikin kulit muka di versi yang paling polos. 😉 bisa juga kalian luluran, atau full body treatment yang model dipijit refleksi gitu, yang penting jadi relax lah 😀 kalau untuk rambut, dari habis lamaran, mama saya emang gak nyaranin untuk potong rambut sampai hari H. (bahkan potong poni pun nggak) kebayang lah gimana gondrongnya, tapi karena katanya juga biar sanggulannya lebih enak nantinya.

sudah ya, semoga kegalauanmu atas deg-degan sebelum hari H teratasi sedikit demi sedikit.

eits, kita balik lagi ngobrolin apa aja yang dilakukan H-kurang dari 1 bulan ya.

bagikan undangan.

dari H-20 hari, mama papa saya sudah bagi tugas untuk bagikan undangan. oh iya di momen ini juga, saya KZL karena jumlah undangan akhirnya membengkak juga karena ada teman-teman rekan-rekan tambahan dari papa mama. tapi gak apa lah, toh ini acara mantu perdana untuk orangtua kami. tipsnya: untuk teman-teman dekat, ditanya lagi apakah mereka perlu undangan hard copy juga nggak.. kadang ada yang pakai soft copy aja mereka udah no problemos. plus, demi menghemat, kadang juga undangan yang di kolektifkan lebih enak sih. biasanya untuk teman-teman yang berasal dari kenalan yang sama (contoh: teman 1 sekolah, kita undang semua, pakai undangan kolektif aja) tips lain perkara undangan; saya sempat bingung label nama lebih baik ditempel di undangannya atau di plastik bungkusnya. ternyata kalau ditempel di plastik bungkusnya, bisa meminimalisir terjadinya sobek ketika ternyata kamu salah ketik nama. tapi kemarin, saya tempel di undangannya, karena kalau salah pun, gampang dicabut lagi labelnya. why? soalnya kertas undangannya sudah di laminasi 😀

fitting akhir kostum.

pastikan lagi ke penjahit/penyewa kebaya, ukuran dan baju yang nantinya akan kamu dan pasanganmu pakai. hal ini saya lakukan di H-3 hari sih, HAHAHA mepet soalnya baru jadi.. saya menyewa kostum tapi akhirnya penyewa kostumnya harus menjahit ulang karena ketiadaan ukuran yang pas untuk saya. WKWKWK untuk mas juga, kami pakai jas lamanya dia, dan celana juga ndadak menjahit 😀 selain kostum pasangan mempelai, pun dipastikan kostum untuk papa-mama/besan. jangan lupa untuk among tamu dan penjaga buku tamu. buat kalian yang punya adik/kakak, jangan sampai ketinggalan mendandani mereka 😉

meeting akbar vendor dan WO.

untuk acara saya kemarin, H-7 hari kami mengadakan meeting yang dikepalai oleh WO, dan dihadiri mempelai, plus perwakilan setiap vendor. hmm, acaranya membahagiakan karena kami sekaligus mengakrabkan satu sama lain, dan menghilangkan ketidakenakan atau kecanggungan yang terjadi karena sebelumnya kami saling belum pernah bekerja satu sama lain. sampaikan semua pertanyaan dan keraguan kalian, biar seluruh tim bisa mendengar dan bisa ketemu satu solusi. di meeting ini, si mas akhirnya memutuskan mau menggunakan acara adat panggih, dan saya kasih ide untuk mengumpulkan kolase foto kami selama 6 tahun, plus lainnya.

nah, setelah semua kalian lakukan, tinggal ceklis dari timeline yang sudah kalian punya, plus ceklis untuk budget plannya. sudah mantap semua, selamat melangkah ke jenjang selanjutnya!

cerita saya fast forward ke H-1 hari sebelum wedding day ya.. jadi dalam tradisi keluarga saya sebetulnya ada tradisi pingitan. tapi ditengah dinamika kehidupan modern seperti sekarang ini, susah untuk melakukan tradisi pingitan. selain karena ada sarana prasarana seperti smartphone, skype video call, dan lainnya, juga karena urusan persiapan wedding belum kelar. seperti saya kemarin.

H-1 wedding, harusnya saya sudah istirahat di homestay, menunggu kedatangan keluarga besar dari jauh-jauh tempat, tapi saya malah…
jam 10 pagi saya naik motor ke tempat perias, untuk melakukan kerikan rambut. maklum, saya akan menggunakan paes ageng kanigaran, dimana dahi akan dilukis, sehingga anak rambut perlu di kerik/ dicukur. jarak antara rumah perias dan homestay, 15km 😀

jam 9 paginya saya dikabari si mas, yang mobilnya mogok di jalan. si mas saya kasih kunci motor saya, barangkali dia perlu pakai motor. saya ganti pakai motor mama. (gagal pingit)

jam 12 saya nemani lunch mama papa. alhamdulillah kami masih sempat lunch bareng.

jam 3 saya akhirnya bisa gegoleran di homestay, perlahan keluarga datang.

jam 5 sore saya panik, karena foto kolase tertinggal di rumah saya, dan buku tamu belum ada. saya ajak adik naik motor ke rumah, tanpa bawa smartphone, ambil foto yang tertinggal, sambil beli buku tamu di toko alat tulis yang masih buka (saat itu bertepatan dengan hari natal).

jam 7 sore, saya sampai homestay dengan kondisi kelelahan, dan maag kumat.

jam 8 malam, di homestay saya tinggal, kami adakan meeting kecil-kecilan yang dihadiri keluarga besar yang sudah kumpul. membahas tentang jadwal acara besok, sekaligus menunjuk beberapa PIC untuk hal-hal tertentu seperti penjaga kunci gembok sumbangan, koordinator keluarga, dll.

jam 10 malam, saya diminta tidur. papa saya masih menghafalkan ucapan untuk akad nikah. saya susah tidur, tapi saya tidur tetap pakai rangkaian clay mask dilanjut dengan sheet mask.

jam 3 pagi saya ditelepon oleh perias, dibangunkan suruh bersiap. saya langsung mandi.

jam 4 pagi saya diantar ke tempat rias. ternyata pintu gedung belum dibuka. jam setengah 5 baru dibuka. ternyata peralatan make up perias tertinggal.

jam 6 pagi saya mulai dirias, ngantuk dan lapar. si mas datang membawa nasi gudeg yang saya sudah malas memakannya karena panik.

jam 7 pagi prosesi seserahan dimulai, saya menunggu di ruang rias.

jam 7.30 pagi, akad nikah dilaksanakan. saya tidak berhenti membaca semua doa yang saya bisa baca, yang intinya mohon dimudahkan dan dilancarkan semua urusan.

jam 8 pagi saya tanda tangan buku nikah.

jam 9 pagi saya dan mas berganti kostum daerah.

jam 11 prosesi daerah dimulai.

jam 12 tamu berdatangan.

jam 2 acara selesai; saya dan mas berganti baju dan mengarahkan barang seserahan yang harus dibawa. dan juga kado-kado, kemudian menyantap makan siang.

jam 3 sorenya, kami berpisah karena si mas harus mengantarkan keluarganya, saya juga ke homestay keluarga.

jam 5 sore, baru kami check in hotel supaya bisa istirahat (ehem..).

alhamdulillah selesai seluruh tahapan rangkaian acara wedding kami yang kami persiapkan dari 6 bulan belakangan.

saya berbagi cerita supaya nantinya saya juga dapat senantiasa mengingat betapa sakral dan ribetnya acara wedding saya. 😀
terima kasih tak terhingga untuk WO&seluruh vendor yang sudah membantu sehingga acara wedding saya bisa terlaksana dengan segala halangan rintangan dan keterbatasannya. saya mewakili keluarga besar meminta maaf apabila ada kekurangan dan kesalahan kami.
spesial: foto-foto dengan porsi lebih banyak dari yang kemarin!
see you on next post! 😀
here we aredekorasi pelaminandekorasi akad nikaha momentmomentumin a black and whitelempar!our handspanggihpersiapan upacarapegel yah!seserahansentuhan magis!selfiessetelah akad nikahwith the friendwelcomespotohana ohanaohanathe gatehappy!tim penghasil foto ciamik!smile!

One Reply to “Wedding Preparation (Part 5): Countdown Begin!”

  1. […] kalau kalian gak sengaja nyemplung ke blog ini gara-gara postingan soal wedding saya, silahkan langsung menuju ke tautan ini. […]

Tinggalkan Balasan