you smile, I smile

hari ini merasa lega. andaikata boleh flashback sedikit, saya dulu punya 2 cinta monyet, dan 2 mantan pacar. tanpa bermaksud mengingat dan mengenang yang dulu, hanya ingin membagi kisah.

beberapa tahun yang lalu, salah satu mantan pacar saya menikah. well, gak pernah ngobrol lagi membuat saya dikeluarkan dari daftar undangan. terlalu lama saling melupakan dan gak komunikasi dalam bentuk apapun. agaknya kemungkinan besar saat ini dia telah menjadi ayah. I’m happy for that! 🙂

salah satu gebetan saya pada masanya juga sudah menikah. kali ini, hubungan baik yang memang kami jalin sedari dulu hingga detik ini, pastilah saya dan beberapa kawan diundang di pesta pernikahannya. kami (atau sepertinya saya) sudah buang jauh-jauh apa yang pernah saya rasakan dengannya dulu. dia sudah bahagia, bahagia sekali bahkan. diapun sudah menjadi ayah. I guess he is a good daddy/husband!

kemarin, sisa satu gebetan masa kecil saya, yang saya ketahui mengadakan acara lamaran. lama sekali kami putus komunikasi; ya karena keadaan. bersyukur saat ini ada sosial media yang membantu saya bertemu dengan teman-teman masa kecil, termasuk dia. I always amazed by how he raised and his family – such a loving family! barusan saya lihat video lamarannya, saya mengutip kata-katanya ke calon istrinya:

saya selalu mencari calon istri yang sayang dengan ibunya, dan memiliki sifat seperti ibu saya. setelah saya bertemu dia, saya tahu she’s the one.

sudah, bapernya? 😀 saya sendiri jadi mengenang dulu mengenal dia dan keluarganya dengan baik. saya lihat calon istrinya juga jauh lebih baik dari mantan-mantannya terdahulu (he once has several girlfriend). saya bahagia sekali melihat mereka akan bersatu.

dari ketiga sosok yang pernah saya beri hati (pada masanya), melihat mereka bahagia, jauh membuat saya bahagia. mereka boleh mungkin lupa siapa saya, pernah ada kisah apa dengan saya. saya sendiri, tidak lupa dengan mereka. walau tidak juga lantas terus mengingat-ingat mereka.

kalau bisa diingat lagi, saya tipe orang yang mudah jatuh hati, agak lama move-on dari patah hatinya. keingat betul, dengan mantan gebetan saya terdahulu itu, saya lamaaaa sekali move-on nya. ada apa-apa, baliknya ke dia lagi. nyari cowok lagi, patokannya seperti dia. kejadian seperti stalking sosial medianya hanya untuk sekedar pengen tahu dia sedang apa dan dimana, sudah pernah saya lakukan semua.

nyatanya, semua proses itu mengantarkan saya kepada keikhlasan. ikhlas kalau memang saya bukan jodoh salah satu dari mereka. ikhlas melihat dan membiarkan mereka bahagia dengan kehidupannya dan pasangannya masing-masing. keikhlasan yang dulu sulit saya bayangkan saat saya sedang berusaha move-on dari mereka.

ternyata seperti ini rasa ikhlas dalam kedewasaan itu. Tuhan membiarkan kami semua berjalan in our own path, pernah bertemu tapi akhirnya memiliki jalan hidup sendiri-sendiri. setelah lupa move on, kami semua sibuk sendiri dengan lika-liku kehidupan kami masing-masing. tak jarang tak sempat bertegur sapa saat salah satu dari kami bertambah usia, pergantian tahun, lebaran-lebaran. kalau tidak ada sosial media juga saya lost contact dengan mereka semua pasti.

untuk kalian yang masih berusaha move on, tetap semangat dan live your present life! nikmati kehidupan yang sedang membentang di depan mata. seperti yang pernah saya ucapkan dulu waktu sedang berusaha move on dari ‘dinginnya‘ suami pada masanya,

kalau memang Tuhan membiarkan kami bersama, pasti ada jalannya. kalau tidak, berarti kami hanya ditakdirkan sebagai teman.

dan cring! beberapa hari sesudahnya malah suami yang mengetuk pintu hati yang sedang berlalu. saat saya sedang move on, dia malah menghampiri dan mengajak ke satu jalan yang sama.

setengah gak percaya, atau memang kasus saya hanya one needle in a haystack. kalaupun nanti tidak bersatu, kalian akan merasakan damainya keikhlasan di masa yang akan datang. yang awalnya lihat dia jalan dengan yang lain hatinya panas, sampai akhirnya bisa senyum sendiri. he smiles, you smile. se-indah itu.

oh iya, bagaimana dengan satu mantan pacar saya? kok ceritanya belum ada?

ya, dia masih mencari pasangannya. menunggu suatu saat saya diberi berita bahagia tentangnya. tapi saya yakin, saat itu terjadi, saya akan tersenyum bahagia.

a wife, Mon-Sat office worker.
1 comment
  1. bagus sekali artikelnya, thanks 🙂

Menurut kamu?